10 Pesawat Lion Air Dilarang Terbang Sementara Oleh Kemenhub

278
0

Updatekareba.Com, Jakarta – Perhatian dunia kembali tertuju pada dunia penerbangan menyusul jatuhnya pesawat Ethiophian Airlines ET302 hari Minggu (10/3) kemarin.

Pernyataan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara tentunya sangat dinantikan sebab masih hangat dibenak kita jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada 29 Oktober 2018 lalu di Perairan Karawang, Jawa barat yang jenis pesawatnya sama dengan pesawat Ethiophian Airlines ET 320, yaitu jenis Boeing 737-8 MAX.

Bertempat di Kantor Kemenhub Jakarta, Rabu (13/3/2019) siang Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Polana B Pramesti, bersama Managing Director Lion Air, Daniel Putut, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) Avirianto, Sesditjen Hubud Nur Isnin, Direktur Operasional Garuda Capt. Bambang Angkasa, Dir. Teknik Garuda Wayan Susena menggelar Juma Pers terkait Temporary Grounded Boeing 737-8 MAX.

Nah Hasilnya seperti ini

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah melakukan inspeksi dengan cara larang terbang sementara atau temporary grounded dan langkah tersebut telah disetujui oleh Menteri Perhubungan.

Adapun inspeksi atau larangan terbang sementara dimulai 12 Maret 2019. Bila Kementerian menemukan ada problematika saat inspeksi, pesawat akan dilarang beroperasi.

Boeing 737-8 MAX di Indonesia baru boleh terbang kembali setelah inspeksi dinyatakan selesai oleh inspektur penerbangan. Selain menggelar inspeksi, Kemenhub akan intensif berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration atau FAA untuk memastikan bahwa seluruh pesawat Boeing 737-8 MAX yang beroperasi di Indonesia laik terbang.

Saat ini FAA telah menerbitkan airworthiness directive atau arahan kelaikan terbang. Airworthiness directive itu telah diadopsi oleh Kementerian Perhubungan dan sudah diberlakukan untuk semua operator penerbangan di Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX.

Dua perusahaan maskapai besar di Indonesia yang mengoperasikan Boeing 737-8 MAX pada saat ini yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.

Garuda Indonesia mengoperasikan satu pesawat dan Lion Air mengoperasikan lebih banyak, yakni mencapai 10 pesawat.

Hal paling mendasar dari temporary grounded ini tentunya untuk memberikan kepastian dan menyakinkan pengguna jasa transportasi di Indonesia, bahwa pesawat terbang di Indonesia layak terbang, dan tentunya semua bermuara untuk keselamatan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here