15 Tahun TAGANA, Menteri Sosial Mengaku Bangga Terhadap Relawan Kemanusiaan

349
0
Handover

Updatekareba.Com, Sentul – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat serta seluruh pejabat Eselon I dan beberapa pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Sosial RI, hadir dalam Apel HUT Taruna Siaga Bencana (TAGANA) ke-15 di Markas Komando TAGANA Sentul Kabupaten Bogor.

Hadir dalam kegiatan ini adalah TAGANA dari Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat serta perwakilan daerah, peserta Bimtek, Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Hambalang, perwakilan sekolah pelaksana Kegiatan TAGANA Masuk Sekolah (TMS) dan undangan dari berbagai Kementerian/Lembaga terkait.

Kiprah nyata TAGANA selama 15 Tahun telah di akui oleh berbagai pihak.

Diawali dari kelahirannya di tanggal 24 Maret 2004, TAGANA berkembang dan menjadi garda terdepan saat terjadinya bencana. Ini sangat berhubungan dengan tagline TAGANA yaitu “Satu Jam di Lokasi Bencana”.

Menteri Sosial dalam arahannya mengungkapkan rasa bangga kepada para TAGANA sebagai relawan kemanusiaan tanpa pamrih.

“Saya tidak bisa menyembunyikan rasa bangga Saya, karena saat ini saya bisa berdiri di depan relawan kemanusiaan yang bekerja tanpa pamrih melakukan perlindungan terhadap korban bencana yaitu TAGANA” ungkap Agus.

Kemudian, menurut Agus, Kementerian Sosial juga melakukan beberapa rencana strategis dalam hal penanggulangan bencana seperti Peningkatan Kesiapsiagaan dan Mitigasi.

“Peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam dengan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana logistik, Pelatihan untuk TAGANA Muda, Madya dan Utama serta spesialisasi, fasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana dan fasilitasi TAGANA Masuk Sekolah” lanjut Agus.

Hal lain yang tak kalah penting ialah Penyaluran Pemenuhan Kebuhan Dasar, untuk korban bencana alam pada masa darurat berupa pengerahan SDM TAGANA, pemberian bantuan permakanan melalui dapur umum, tenda darurat, distribusi logistic keperluan keluarga dan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Yang terakhir, mengenai Penyelenggaraan pemulihan dan penguatan sosial korban bencana alam.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here