76 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden: Semangat Gotong-Royong Harus Melekat Dalam Jiwa

111
0

Updatekareba.Com, Jakarta РPresiden RI Joko Widodo mengatakan semangat gotong-royong yang diwariskan oleh para pendiri bangsa harus selalu melekat dalam jiwa. Sehingga, setiap tantangan yang dihadapi bangsa ke depan, dapat senantiasa diatasi oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Diwarisi oleh para pendiri bangsa akan selalu melekat dalam jiwa kita laksana api yang menyala-nyala,” ujar Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka secara virtual yang ditayangkan oleh Sekretariat Presiden (Setpres) pada Minggu (1/8/2021).

Menurut dia, implementasi semangat di atas, membuat seluruh lapisan masyarakat berjuang keras merebut kemerdekaan bangsa Indonesia berpuluh tahun yang lalu. Pada akhirnya, dengan melakukan hal itu, dapat memberikan buah manis kemerdekaan bagi Indonesia.

Dalam konteks penanganan wabah global COVID-19, semangat gotong-royong dapat terus dapat terus dikobarkan melalui berbagai medium. Sehingga, upaya penanganan pandemi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait dapat dilakukan secara optimal dalam beberapa waktu ke depan.

“Kemerdekaan yang didapatkan oleh masyarakat saat ini, adalah buah dari perjuangan yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat kala itu,” kata Presiden.

Presiden meyakini, dengan melakukan semangat gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pemberantasan pandemi. Karena, berpotensi besar dalam menyatukan seluruh elemen bangsa untuk membantu penanganan wabah global COVID-19.

Bersatunya, masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan akan memberikan dampak positif yang besar. Dengan melakukan hal itu, akan memberikan optimisme bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman nyata dari merebaknya wabah global tersebut. “Bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Dalam mengobarkan semangat di atas, Presiden meminta, para pemuka agama dapat berpartisipasi secara aktif memberikan pengertian terkait. Adanya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman yang akan diberikan kepada masyarakat luas sekitar.

“Tokoh lintas agama berhimpun dalam kebersamaan bersama-sama berdzikir melantunkan doa bersyukur,” katanya.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here