Akan di Gusur Oleh Pemkab Toraja Utara, Ratusan Pedagang Pastikan Bertahan

1074
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Di beri batas waktu pengosongan, pedagang pertokoan rantepao pastikan tetap bertahan dan menolak penggusuran.

Hal itu terlihat saat Satpol PP datang menyampaikan surat perintah pengosongan pertokoan, Jumat (26/2/2021).

Mereka disambut ratusan pedagang yang menolak penggusuran.

Satpol PP di sambut ratusan pedagang di pertokoan rantepa, toraja utara, sulawesi selatan. pada jumat/ 26 februari 2021, yang menolak penggusuran karena proses hukum masih berjalan di pengadilan negeri makale.

Satpol PP yang datang memberikan surat perintah terkait batas waktu pengosongan pertokoan pun di sambut dengan teriakan dari para pedagang.

“hari ini kami datang ke pertokoan rantepao ini, untuk melanjutkan langkah langkah persuasif yang sudah dan sementara kami lakukan untuk mewakili pemda kabupaten toraja utara, dalam rangka penertiban dan penataan pusat pertokoan di rantepao ini. hari ini kami menyampaikan kepada masyarakat di tempat ini sebagai pemakai dan penyewa, untuk segera mengosongkan tempat ini. paling lambat tanggal 28 karena segera akan dilaksanakan penertiban ditempat ini. seperti yang ada didalam surat pemberitahuan terakhir, bahwa penertiban akan kami lakukan pada tanggal 1 maret. kemarin yang ada di dalam surat itu sekitar 70 lebih kalaupun masih ada warga bertahan ditempat ini, apa boleh buat akan kami keluarkan, kami tetap akan melaksanakan penertiban.” Kata, Riyanto, Plt. Kasatpol PP Pemda Toraja Utara.

Komunikasi antar Kasatpol PP yang mewakili pemerintah daerah dan perwakilan dari asosiasi pedagang toraja utara pun sempat tegang lantaran bersikeras menolak karena proses hukum masih berlanjut.

“adapun isi dari surat itu adalah perintah mengosongkan pertokoan, kami dari asosiasi pedagang toraja utara, menyatakan sikap dari para pemilik toko yang telah memberikan kuasa kepada kami, untuk tetap pada prinsip, akan tetap mempertahankan hak kami dan tidak akan pernah mengosongkan kecuali atas kehendak kami sendiri. karena kenapa, kami punya bukti bukti yang cukup dan karena itu kami minta kepada pemerintah toraja utara, agar menghargai proses hukum yang kami sudah laksanakan.” Ungkap Martinus Rapa’, Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Toraja Utara.

Sementara itu, salah satu pengusaha dan pedagang yang sudah puluhan tahun berdagang di pertokoan rantepao mengaku sedih apalagi di masa pandemi yang sudah susah, ditambah dirinya harus mengosongkan tempat dimana selama ini, dirinya, keluarganya dan puluhan pekerjanya mencari rejeki untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Sekarang kan kasian, yang menduduki pertokoan itu bukan kami kami saja, tapi orang yang datang menjual itu ribuan, nah bagaimana kalau digusur ini, kasian orang cari makan. sementara covid, ini sudah bagaimana, yang datang menjual tiap hari disini, ribuan itu orang orang. saya sudah kurang lebih itu 20 tahun. kita saja susah, apalagi orang orang lain, bagaimana caranya orang cari makan. kalau sementara ini covid.” Keluh, Ibu Tulen pedagang di pertokoan rantepao.

Para pedagang kini hanya berharap agar pemerintah mau mengerti dan tetap menunggu proses hukum yang masih berlangsung.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here