Anggota DPR RI Didampingi Wabup Toraja Utara Bantu Alat Pertanian Pada Kebun Warga Di Ba’lele

889
0
Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba, didampingi Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, meninjau kebun di Ba'lele, Kecamatan Rantepao, Jumat (29/5/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas pangan.

Salah satunya dengan menjaga ketahanan pangan lokal guna menjaga persediaan logistik pangan masyarakat melalui penanaman pangan lokal seperti sayur mayur dan pangan lokal lainnya.

Mendukung hal ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Eva Stevany Rataba, membantu alat pendukung berupa selang air dan tangki pompa kepada kelompok tani Ba’lele di Kelurahan Mentirotiku, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2020).

“Bantuan ini saya berikan untuk mendukung dari kelompok tani di Ba’lele ini dalam menjaga ketahanan pangan lokal di Toraja,” kata Eva Stevany Rataba.

Dalam kunjungan anggota DPR RI ini, merasa kagum dan apresiasi kepada masyarakat khususnya kelompok tani di Ba’lele ini.

Sementara Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang, yang mendampingi kunjungan legislator pusat ini mengatakan penanaman pangan lokal itu untuk mengantisipasi kelangkaan mengingat sampai saat ini Toraja Utara masih bergantung dengan daerah lain.

Menurut Rinto, memperhatikan situasi dampak pandemi Covid-19 saat ini perlu ada langkah-langkah upaya penanganan, seperti percepatan penyaluran dana desa dan Pelaksanaan Padat Karya Tunai (PDKT) melalui kegiatan peningkatan produksi bahan pangan yang ditujukan ke kabupaten, Kecamatan, Lembang dan Kelurahan.

Untuk itu, Rinto mengajak, seluruh masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun untuk bercocok tanam.

“Selama pandemi corona jenis baru itu, masyarakat diminta untuk kembali ke alam untuk mengelola semua potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki di masing-masing kampung,” kata Rinto.

Dia mengatakan, disela-sela kunjungan itu pihaknya mengajak dan mengimbau kepada masyarakat di daerah tersebut untuk kembali ke alam guna mengelola potensi SDA yang dimiliki.

Menurutnya, virus corona telah banyak mengubah semua situasi dan aktivitas sosial masyarakat secara global tetapi juga secara kusus di daerah ini.

Masyarakat diminta untuk tetap tinggal dirumah, berdoa, bekerja, dan olahragapun di rumah masing-masing, hal ini adalah bagian dari upaya memutus penyebaran virus mematikan tersebut.

“Lebih baik kita kembali ke kebun, guna mengelola apa yang sudah Tuhan berikan. Yang punya pekarangan luas dapat dimanfaatkan sebagai kebun,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Eva dan Rinto juga melakukan panen sayur kangkung yang tidak menggunakan pupuk kimia.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here