Aniaya Anggota TNI, Polisi Tetapkan Dua Orang Pelajar Sebagai Tersangka

212
0
Handover.

Updatekareba.com, Bulukumba – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulukumba menggelar rilis kasus pengeroyokan terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas nama Sertu Akbar dan menetapkan dua orang tersangka, Senin (08/02/2021).

Sertu Akbar menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tidak dikenal di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu, Kota Bulukumba, Sulsel, Minggu (24/1/2021) dini hari lalu.Akibatnya, beberapa bagian tubuhnya luka-luka akibat terkena sabetan parang dan juga terkena busur panah.

Dua tersangka yang ditetapkan  yakni lelaki berinisial MA (18 tahun) dan juga inisial NF (17 tahun). Kedua tersangka ini masih berstatus sebagai pelajar.

Mewakili Kapolres Bulukumba Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono, S.Ik., menjelaskan, kedua tersangka ini masing-masing memiliki peran berbeda saat melalukan pengeroyokan terhadap korban anggota TNI.

Tersangka NF yang memarangi korban pada kepala bagian kiri dan tersangka MA berperan melepaskan anak panah (busur) di bagian punggung korban. Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksoso Febrianto menjelaskan, penganiayaan dipicu akibat ketersinggungan.

Lantaran, pada saat kejadian, kelompok remaja yang saat itu melakukan balapan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba tidak terima ditegur oleh korban.

Sehingga motor yang dikendarai korban dipepet ke trotoar dan ditendang oleh salah seorang pelaku. Secara spontan korban melepaskan motor yang dikendarainya lalu berlari menuju Alfamidi.

Kemudian, dikejar oleh tersangka DA (DPO) dan dipukuli. Kemudian datang NF yang membawa sebilah parang langsung memarangi korban pada bagian kepala sebelah kiri korban.

Lalu MA, langsung melepaskan busur dan mengenai punggung belakang sebelah kanan korban.Kemudian datang lagi RS (DPO) yang langsung menendang dan memukuli korban.

Selain mengamankan dua orang pelaku, Polres Bulukumba juga telah melakukan penyitaan barang bukti yang digunakan tersangka saat penganiayaan.

“Barang buktinya, sebilah parang, 1 buah ketapel atau busur lengkap dengan anak panahnya. Juga 1 unit sepeda motor Trail Honda CRF hitam kombinasi merah tanpa plat,” beber AKP Bayu Wicaksono, S.Ik.

Dua orang tersangka DPO masih terus dilakukan pencarian. Sedangkan korban saat ini sudah membaik dan telah menjalani rawat jalan.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here