Aparat Polres Pinrang Ringkus Tiga Pelaku Pencurian bersama Penadahnya

106
0
Handover (Polres Pinrang).

Updatekareba.Com, Pinrang – Personel Polres Pinrang berhasil meringkus tiga orang pria yang diduga pelaku pencurian dan penadah hasil curian, Jumat (22/1/2021).

Awalnya polisi mengamankan Andika (29) warga Lasinrang Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang, Pinrang. Dia diamankan di rumah orang tuanya di Kampung Palla Bassie, Kecamatan Watang Sawitto, pinrang.

“Saat diintrogasi, dia (Andika) mengakui perbuatannya telah mencuri di rumah korban seorang wartawan atas nama Rahim Akil (58) dan mengambil dua buah Handphone,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi Sabtu pagi (23/1/2021).

Andika, kata Iptu Deki, mengaku memberikan Handphone hasil curian tersebut kepada Fendi (27), warga Lasinrang Kelurahan Laleng Bata Pinrang, untuk dijual. Saat diamankan Fendi mengaku telah menjual HP tersebut ke Tauhid alias TOI (23), warga jalan Garuda Kelurahan Jaya, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang.

“Saat dalam perjalanan untuk mengamankan TOI, Andika minta izin buang air kecil lalu mencoba melawan petugas dengan cara mendorong petugas kemudian hendak merampas senjata. Anggota lalu memberikan tembakan peringatan namun tak dihiraukan sehingga diberi tindakan tegas (dilumpuhkan),” ujar Iptu Deki.

Saat ini Andika yang diketahui telah berulang kali dipenjara kasus pencurian, telah diamankan di Mapolres Pinrang bersama Fendi dan TOI serta dua buah HP sebagai barang bukti hasil curiannya.

Kasus diatas kembali menambah daftar pencurian di Pinrang, sebenarnya faktor apa yang menyebabkan tindakan kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pencopetan, jambret dan lainnya, dari aspek sosial-psikologi adalah faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri.

Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here