Asosiasi Pedagang Toraja Utara Gugat Pemda Toraja Utara Di Pengadilan Negeri Makale

1369
0
Kunjungan Dinas PUPR SulSel dan Toraja Utara di Pertokan Rantepao, Sabtu (20/2/2021).

Updatekareba.Com, Toraja – Kuasa Hukum Pedagang yang ada yang menempati dan memakai serta pemilik Pertokoan Rantepao Toraja Utara, Y.Jhody Pama’tan,SH telah mendaftarkan Gugatan Perdata Yaitu Gugatan Perbuatan Melawan Hukum antara Asosiasi Pedagang Toraja Utara ( APTU) Sebagai penggugat Melawan Pemerintah Toraja Utara sebagai Tergugat, Kamis (18/2/2021).

Anggota APTU adalah mereka yang memakai dan menempati serta berjualan dan Berdagang di Pertokoan Rantepao Toraja Utara.

Y.Jhody Pama’tan, menjelaskan kronologis dan alasan sehingga Asosiasi Pedagang Di Pertokoan Rantepao Menggugat secara perdata Pemda Toraja Utara adalah pada tahun 2018 Pemda Toraja Utara Melalui Bupati Toraja Utara Berencana Menggandeng Investor Untuk Membangun Mall atau Plaza di sekitar Pasar Rantepao atau yang di kenal sekarang dengan Ar Centre Rantepao.

Rencana Pembangunan Tersebut Telah di Tentang oleh oleh pemakai pertokoan dan pedangang di sekitar Rantepao.

“Alasan Mereka adalah karna pemda akan membongkar pertokoan Rantepao sementara Relokasi untuk sementara adalah bangunan di depan Rumah Sakit Elim Rantepao. Namun setelah pedagang melihat bangunan tersebut sangat tidak memungkinkan karena sempit dan Bangunan Rapuh serta tempat parkir yang tidak ada dan akan menimbulkan kemacetan di sekitar tempat tersebut,” kata Y.Jhody Pama’tan.

Jhody juga menyampaikan ada berita acara kesepakan antara pemda Toraja utara tanggal 7 September 2018 dan dokumen pendukung lainnya menjadi pegangan dan tetap manjadi dasar pemakai dan pemilik Front Toko Rantepao untuk bertahan di Pertokoan.

“Surat peringatan 1-3 yang di keluarkan oleh pemda Toraja utara yang di tujukan ke para pemakai dan pemilik pertokoan front pasar Rantepao dengan alasan Pembagunan Pedestrian sangat tidak beralasan dan mengada-ada karna pembangunan Pedistrian yang sementara berjalan tidak menyentuh pertokoan karna pembangunan Pedistrian lebarnya hanya 1-1,5 meter,” ucap Jhody

Pada tanggal 20 Februari 2021 kemarin, Kepala Dinas PUPR Sulawesi Selatan Prof Rudy Djamaluddin di dampingi oleh Kadis PUPR Toraja Utara dan jajarannya serta di dampingi oleh asosiasi Pedagang Toraja Utara telah melakukan peninjauan di front Toko Rantepao atau pertokoan Rantepao,dalam peninjauan tersebut telah di simpulkan bahwa pembangunan Pedistrian kota Rantepao Toraja Utara tidak mengambil area pertokoan Rantepao dan para pemakai dan pemilik pertokoan Rantepao mendukung pembangunan Pedistrian bahwakan mereka dengan akan mensukseskan pembangunan pedistrian Kota Rantepao karna pembangunan tersebut justru akan memperlanjar tetap menjual di Pertokoan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan melalui Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan telah bersurat Bupati Toraja Utara telah yang pada pokoknya adalah agar Bupati Toraja utara pendukung usaha UMKM masyarakat Toraja Utara agar perekonomian kembali tetap berajalan baik Dalam masa Pandemi Covid-19,agar pemerintah Toraja Utara tidak melakukan penataan dan penertiban pertokoan sampai pelantikan Bupati Defenitip 2021-2025.

UKuasa Hukum Asosiasi Pedagang Toraja Utara ( APTU) menghimbau kepada Pemkab Toraja utara agar tidak memaksakan melakukan penertiban dan pembongkaran pertokoan Rantepao.

“Kami selaku kuasa Hukum Asosiasi pedagang Toraja utara telah mengeluarka Somasi Pertama (I) dan Somasi ke dua ( II) Sebagai syarat dalam menempuh upaya perlawanan Hukum Perdata maupum Pidana, dan telah menempuh upaya huk um Perdata dengan menggugat Pemerinta Toraja Utara di Pengadilan Negeri Makale Dengan Nomor Perkara 41/
Pdt.G / 2021/PN.Mak,” ungkap kuasa hukum para pedagang ini.

Jhody pun menghimbau kepada Bupati Toraja Utara dengan Seluru jajarannya agar tidak melakukan penertiban dan pembongkaran Front Toko Pasar Rantepao serta menghormati Proses Hukum yang sementara berjalan di Pengadilan Negeri Makale Sampai dengan adanya Putusan Pengadilan Yang Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap atau INKRACHT.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here