Bagikan Masker, Cara Polres Toraja Utara Disiplinkan Warga Terapkan Protokol Kesehatan

82
0
Handover (Humas Polres Toraja Utara).

Updatekareba.Com, Toraja – Berbagai upaya dalam penegakan potokol kesehatan (Prokes) terus dilakukan Polres Toraja Utara, termasuk membagikan masker kepada masyarakat, Selasa (09/02/2021).

Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moril Polres Toraja Utara dalam mendukung pemerintah yang saat ini sedang melaksanakan Program Vaksinasi Covid -19 dan Implementasi dari program 100 hari kerja Kapolri.

Kegiatan yang bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan dilakukan di pagi hari dimana aktifitas warga mulai berjalan.

Puluhan personil Polres Toraja Utara dibagi dalam Tiga kelompok, melakukan pembagian masker.

Kali ini, pembagian masker medis tidak memilah milah sasaran penerima, namun dilakukan secara menyeluruh, karena memang pembagian masker untuk kali ini di tujukan kepada warga masyarakat Toraja Utara.

Khusus untuk area pasar Bolu Tallunglipu, Aksi bagi bagi masker di pimpin langsung oleh Kapolres Toraja Utara AKBP. YUDHA WIRAJATI, SIK, MH, yang didampingi oleh Kabagops Kompol Marthen Tangallo, Kasat Sabhara AKP. Daryatmo dan Kasat Binmas AKP Puji Jatmika

Di area pasar Bolu, ribuan masker di bagikan oleh Kapolres bersama personil yang menyertainya, para pelaku pasar penggiat ekonomi rakyat di berikan masker.

Dari tangan ke tangan, pembagian masker ini menyentuh warga pasar Bolu, sehingga nampak terlihat dengan jelas Pasar Bolu berubah wajah menjadi Pasar Bolu Bermasker.

Bergerak secara mobile, dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga bagi bagi masker pun dilakukan oleh Kapolres hingga Terminal Bolu.

Kapolres Tana Toraja AKBP. Yudha Wirajati, SIK, MH, pada keteranganya saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan, 10 ribu masker telah di bagikan kepada warga yang di wilayah kota Rantepao, termasuk pasar pasar di wilayah Toraja Utara.

“Pagi ini khusus di Rantepao, kami bagi 10 ribu masker, sementara 5 ribu lagi akan dibagikan oleh Polsek Jajaran, hal ini untuk mengedukasi warga bahwa masker itu sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid di Toraja Utara,” Sebut Yudha Wirajati.

Yudha mengungkapkan, keberhasilan dalam memutus penyebaran covid itu sangat tergantung dari kesadaran masyarakat untuk mematuhi Prokes 5M, oleh karena itu ia pun menghimbau warga masyarakat Toraja Utara untuk senantiasa mematuhi himbauan Prokes.

“Kepada masyarakat Toraja Utara, marilah kita patuh dan disiplin terapkan prokes, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, hingga membatasi mobilitas atau mengurangi aktifitas,” Pungkas Yudha Wirajati.

bahwa saat ini, berbagai negara di dunia telah melakukan langkah-langkah sebagai upaya menegakkan jarak fisik (Physical Distancing) ini untuk memperlambat penyebaran Covid-19.

Adapun upaya-upaya tersebut di antaranya adalah menghentikan pertemuan publik, menutup ruang-ruang publik, hingga, menutup sekolah, hingga memberlakukan penutupan total wilayah.

Isolasi diri merupakan bentuk dari social distancing, tetapi ada perbedaan penting dari keduanya. Isolasi diri dan karantina bertujuan untuk mencegah orang yang terinfeksi atau orang yang pernah melakukan kontak dengan mereka yang terinfeksi, untuk menularkan virus.

Sementara, social distancing atau physical distancing merupakan langkah yang lebih luas untuk menghentikan perkumpulan orang yang memungkinkan terjadinya penyebaran infeksi.

Ada alasan yang sangat baik tentang mengapa menjaga jarak menjadi strategi penting dalam mengontrol pandemi Covid-19.

Setiap orang yang terinfeksi virus ini diduga rata-rata menularkan kepada 2-3 orang lainnya dalam tahap awal wabah. Periode inkubasi, yaitu waktu antara infeksi dan gejala diperkirakan adalah sekitar 5 hingga 14 hari.

Jika seseorang terinfeksi dan tetap bersosialisasi seperti biasa, kemungkinan orang tersebut akan menurlarkan ke dua hingga tiga temannya yang kemudian akan menularkan kepada dua hingga tiga orang lainnya.

Sudah ada beberapa bukti yang menjelaskan bahwa tinggal di rumah dan menjaga jarak aman dengan orang lain dapat memperlambat penyebaran dan menghentikan efek domino ini.

Para ilmuwan telah menemukan adanya dua metode potensial untuk mengatasi pandemi ini dengan simulasi populasi di AS dan Inggris.

Pertama, mitigasi, difokuskan hanya pada isolasi mereka yang paling rentan dan mengarantina mereka yang menunjukkan gejala.

Kedua, penekanan, menyertakan semua orang di dalam populasi untuk menerapkan jarak fisik ini. Sementara, mereka yang menunjukkan gejala dan orang-orang di dalam rumah yang sama mengarantina diri sendiri di dalam rumah.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here