Bandara Sultan Hasanuddin Kembali Beroperasi 24 Jam

129
0
foto AP 1

Updatekareba.Com, Makassar – PT Angkasa Pura/AP I (Persero) mengembalikan pengoperasionalan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi 24 jam. Hal ini sebagai upaya memulihkan trafik penerbangan yang terus tumbuh di bandara ini.

Penerapan jam operasional ini telah disepakati oleh sejumlah komunitas bandara seperti AirNav, Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, maskapai, dan ground handling sejak 10 Desember 2021.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan bandara hub atau penghubung transportasi udara antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Dengan membuka kembali operasional bandara menjadi 24 jam, hal ini tentunya dapat diharapkan membantu meningkatkan trafik penerbangan tak hanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, namun juga di beberapa bandara di Wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

Terdapat beberapa bandara di Wilayah Timur dan Tengah Indonesia yang berada di bawah naungan AP I diantaranya Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Frans Kaisepo Biak, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Sentani Jayapura, Bandara El Tari Kupang dan Bandara Internasional Lombok.

“Pengembalian jam operasional bandara adalah salah satu strategi manajemen untuk memulihkan trafik penerbangan. Saat ini rata-rata penumpang telah naik 1.000 penumpang per hari dari sebelumnya. Kami optimis kondisi penerbangan akan semakin membaik kedepannya,” ungkap General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Wahyudi pada Kamis (16/12/2021.

Setelah penerapan operasional 24 jam, penumpang naik sekitar 7 persen dengan rata-rata 25.000 penumpang per hari dari sebelumnya. Tercatat 5 hari sebelum penerapan operasional 24 jam jumlah penumpang sebanyak 118.706 penumpang dan 5 hari setelah penerapan operasional 24 jam jumlah penumpang sebanyak 127.297 penumpang.

Meningkatnya jumlah penumpang juga diiringi dengan jumlah pergerakan pesawat yang naik sekitar 4 persen. Tercatat 1.068 pergerakan sebelum penerapan operasional 24 jam dan 1.114 pergerakan pesawat setelah penerapan operasional 24 jam.

Penumpang transit dapat kembali menunggu penerbangan selanjutnya di bandara pada area yang telah disediakan. Sejumlah fasilitas penunjang seperti pengemasan bagasi (baggage wrap) serta beberapa tenant makanan dan minuman di area keberangkatan juga menyesuaikan jam operasional terbaru saat ini guna meningkatkan pelayanan terhadap penumpang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here