Bangga !! SMKN 1 Toraja Utara Meraih Juara Satu Olimpiade Jaringan Mikrotik Tingkat Nasional 2019

5371
0
Juara Satu Olimpiade jaringan mikrotik tahun 2019, SMKN 1 Toraja Utara.

Updatekareba.Com, Bali –Babak grand fainal Olimpiade jaringan mikrotik antar Siswa SMK TKJ se Indonesia berlangsung di Harris Hotel Sunset Road, Bali, Rabu(23/10/2019), sehari sebelum acara MikroTik User Meeting (MUM) diadakan di tempat yang sama

Olimpiade Jaringan Miktotik APJII 2019 (Olimpiade) ini adalah prakarsa dari Citraweb Nusa Infomedia (Citraweb), dan diselenggarakan bersama antara Citraweb Nusa Infomedia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Jaringan Indonesia (APJII).

SMKN 1 Toraja Utara yang lolos seleksi di region Makassar berhasil memecahkan rekor dan prestasi yang luar biasa membanggakan.

Yuli Bobby dan Elsi Sampe Layu, dua pelajar SMKN 1 Toraja Utara ini yang menjadi berhasil mengalahkan dominasi sekolah di Jawa dan membuktikan kualitas pendidikan di Toraja Utara.

“Kami jadi iJuara Olimpiade Jaringan yang pertama kali dari luar Jawa dan pertama kali ada tim putri yang juara satu nasional,” kata
Guru pembimbing SMKN 1 Toraja Utara, Gideon Lande S.Kom, dalam rilis persnya.

Gideon menceritakan materi yang diujikan pada olimpiade ini bisa dibilang sulit, karena banyak materi teori ataupun praktek pada level engineer.

“Puji Tuha dari evaluasi tahun sebelumnya, maka pada tahun 2019 ini kita banyak merubah tehnik belajar dan juga materi-materi yang dipelajari, dimulai dari seleksi regional di Makassar,” ungkap Gideon Lande.

Sementara Kepala SMKN 1 Toraja Utara Amin Fathoni, S.Pd.,M.Pd, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya melihat prestasi yang ditorehkan dua anak didiknya di kanca Nasional.

“Ini hasil yang luar biasa dan kami patut syukuri, dan kebanggaan bagi kami pihak sekolah, serta Toraja Utara dan SulSel secara umum,” ucap Amin Fathoni.

Daftar Jawara Olimpiade jaringan mikrotik tahun 2019 di Bali.

Olimpiade Jaringan

Olimpiade Jaringan Antar SMK TKJ Nasional akan kembali digelar tahun 2019 ini.

Acara ini diprakarsai oleh PT Citraweb Solusi Teknologi (Citraweb) bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pertama kali digelar tahun 2016 silam, olimpiade ini mempertemukan bibit-bibit dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) se-Indonesia.

“Diadakannya olimpiade ini bertujuan untuk mengasah dan mendorong penguasaan ilmu jaringan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia, khususnya SMK yang memiliki jurusan Teknis Komputer dan Jaringan (TKJ),” ujar Valens Riyadi.

Ia melanjutkan bahwa kemampuan mengelola jaringan ini adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Terlebih semua jenis perusahaan kini menggunakan sistem komputerisasi dan jaringan dalam penyimpanan data dan komunikasi.

Selain SMK TKJ, SMK Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi (SIJA), dan SMK yang telah menjadi MikroTik Academy didorong untuk mengikuti adu pengetahuan berjaringan dan RouterOS ini.

Total hadiah yang diperebutkan lebih dari Rp 100 Juta dan Piala Kemendikbud.

Babak penyisihan dimulai tanggal 9 September 2019 di Yogyakarta berlangsung hingga 28 September 2019.

Penyisihan akan dilaksanakan di kota Yogyakarta, Padang, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Jakarta, Bandar Lampung, dan berakhir di Bandung.

Perwakilan dari 23 provinsi turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Peserta dipisahkan berdasarkan zona dan hanya dapat mengikuti penyisihan di zona masing-masing.

Yogyakarta meliputi DIY dan Jawa Tengah. Padang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.

Jakarta meliputi Jabodetabek dan Banten, sedangkan Bandar Lampung mewakili Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Bandung meliputi Jawa Barat kecuali Bogor, Depok dan Bekasi.

Kemudian Makassar meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Balikpapan meliputi Kalimantan.

Surabaya meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Babak penyisihan di Makassar berlangsung di STIMIK Kharisma, 17 September mendatang.

Memasuki tahun keempat, jumlah peserta olimpiade terus meningkat.

Tahun lalu jumlah peserta sebanyak 383 tim.

Tahun ini, peserta mencapai 523 tim dari seluruh Indonesia, termasuk Papua Barat yang mengirimkan satu kontingen.

Kontingen terbanyak dikirimkan oleh Jakarta dengan jumlah 115 kontingen.

Sementara itu untuk wilayah penyisihan Makassar diikuti sebanyak 34 tim.

Tahun lalu Jawa Timur mendominasi dengan mengisi ketiga slot grand final.

“Saya rasa ini adalah kesempatan yang bagus bagi anak muda untuk berkompetisi di lingkungan yang kompetitif,” ujar Janis Megis, dari MikroTik Latvia saat olimpiade jaringan tahun lalu.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here