BANJIR DAN PROBLEMATIKANYA

441
0
Kondisi banjir di Kecamatan Sangalla Tana Toraja, Senin (29/4/2019)

Updatekareba.Com – Pertama-tama saya turut prihatin akan terjadinya banjir belakangan ini di beberapa tempat di Indonesia, juga yang terjadi di Toraja baik di Toraja Utara maupun di Tana Toraja.

Semoga tidak ada korban jiwa dan situasi segera pulih kembali sehingga warga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Di mana-mana bila terjadi banjir akan menimbulkan kerugian tidak hanya terhadap korban jiwa (manusia atau hewan), tetapi juga menimbulkan penyakit, kerugian harta benda, kerusakan lahan pertanian/perkebunan, kerusakan fasilitas umum, sarana dan prasarana.

Sebagaimana diketahui bahwa ada beberapa tipe banjir seperti antara lain banjir air, banjir bandang, dan banjir lumpur. Banjir air adalah bajir karena meluapnya air di sungai, danau, selokan sehingga air menggenangi daratan.

Banjir bandang adalah banjir air dan lumpur. Banjir ini sangat berbahaya karena korban sulit menyelamatkan diri, memiliki daya rusak yang tinggi dan menghayutkan benda-benda seperti pepohonan dan bebatuan.

Banjir bandang ini datangnya dari pegunungan. Sedangkan banjir lumpur adalah adanya lumpur yang keluar dari dalam bumi menggenangi daratan.

Tentu timbul dalam pikiran kita apakah penyebab banjir ini? Beberapa penyebab banjir antara lain penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan hutan gundul sehingga hilangnya fungsi akar pohon sebagai penyerap air, adanya sampah yang dibuang ke sungai sehingga menimbulkan sumbatan aliran air, pemukiman di bantaran sungai, curah hujan yang tinggi yang terus menerus dalam jangka waktu lama, drainase dirubah tanpa memperhatikan amdal di mana hutan dan rawa beralih fungsi menjadi perumahan, dan salah kelola tata ruang yang menyebabkan air sulit terserap dan alirannya melambat.

Mengingat dampak dari banjir maka menjadi tanggungjawab kita semua untuk memperhatikan beberapa hal seperti memelihara dan memantau daerah aliran air sungai, tidak membuang sampah sembarangan, tidak membangun rumah di bantaran sungai, melakukan pengerukan secara berkala agar tidak terjadi pendangkalan, dan melakukan reboisasi atau penghijauan.

Perlunya kesadaran tinggi untuk memaknai terjadinya banjir, marilah kita bahu membahu memelihara lingkungan kita, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.(*)

(*) ; Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here