BERIKUT EVALUASI CUACA BULAN APRIL DAN PROSPEK CUACA TORAJA BULAN MEI 2019 DARI BMKG

596
0
Handover

Updatekareba.Com, Toraja -Jumlah Curah Hujan terukur di Stasiun Meteorologi Pongtiku Tana Toraja dari tanggal 1 sampai 28 April 2019 adalah 362.8 mm yang dikategorikan intensitas tinggi.

Prakiraan suhu muka laut dan anomali suhu muka laut umumnya berkisar antara 27,0 °C – 31,0 °C dengan anomali suhu muka laut (+1.0 °C – +3,0 °C) positif. Suhu muka laut yang hangat sebagai pemicu penguapan yang tinggi sehingga pertumbuhan awan-awan hujan berpotensi terjadi di wilayah Toraja.

Tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1006 – 1010 hPa, Terdapat TC Fani dan TC Lorna di sebelah barat Sumatera, terdapat sirkulasi Eddy di barat Kalimantan dan timur sulawesi, sirkulasi Eddy berdampak terjadinya peningkatan curah hujan disekitar pusaran eddy.

Terdapat daerah pumpunan angin di wilayah sulawesi selatan yang mengakibatkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Toraja.

Sementara Prakiraan Curah Hujan Bulan Mei 2019 Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, curah hujan bulan Mei 2019 di wilayah Tana Toraja diperkirakan intensitas menengah dengan kisaran nilai 201 – 300 milimeter.

Untuk curah hujan bulan Mei 2019 di wilayah Toraja Utara diperkirakan intensitas menengah dengan kisaran nilai 201 – 300 milimeter.

Dalam rilis Kepala Stasiun Meterologi Klad IV Bandara Pongtiku Agung Sudiono menjelaskan suhu muka laut yang hangat mengakibatkan penguapan tinggi sehingga pertumbuhan awan-awan hujan terjadi sangat signifikan di wilayah Toraja dan diperkirakan terjadi hingga akhir april 2019.

Sirkulasi Eddy dan pola Konvergensi (pumpunan angin) sebagai pemicu curah hujan tinggi di wilayah Toraja.

“Bulan April – Mei 2019 wilayah Toraja masih masuk pada fase musim penghujan, curah hujan yang terjadi dengan intensitas sedang lebat masih berpotensi terjadi hingga akhir Mei 2019, himbauan agar selalu waspada terhadap dampak yang ditimbulkan yaitu hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, banjir, tanah longsor,” ungkap Agung Sudiono.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here