Bersama Mitra, TN Bantimurung Buluseraong Latih Warga Patanyamang Olah Bambu

196
0
Handover.

Updatekareba.Com, Maros – Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) terus bina warga sekitar kawasan hutan. Kali ini latih warga Patanyamang olah bambu menjadi kerajinan dan furnitur. Patanyamang adalah desa enclave. Enclave berarti perkampungan yang berada di kawasan hutan.

Pagi-pagi sekali warga Desa Patanyamang, Camba, Maros, sudah berkumpul di rumah Nurhidayah, Ketua Kelompok Tani Hutan Patanyamang. Sebanyak 30 anggota kelompok antusias menanti gelaran pelatihan olah bambu. Kepala Desa Patanyamang, Kepala seksi pengelolaan taman nasional Wilayah II, dan Wakil PLN hadir pada pembukaan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TLKM Unhas yang telah menginisiasi pelatihan olah bambu ini. Pelatihan ini tergelar berkat kerjasama TN Babul dan PT. PLN Regional Sulawesi. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada warga yang berada di encalave taman nasional,” ujar Alias, Kepala Seksi Taman nasional dalam sambutannya.

Keberadaan bambu cukup melimpah di desa yang berada di tengah hutan pinus ini. Bambu juga merupakan bagian dari hasil hutan bukan kayu. Di mana memungkinkan dimanfaatkan bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan lindung. Selama dua hari dari tanggal 27 s.d 28 Oktober 2019, pelatihan berlangsung di rumah Nurhidayah, sebagai bengkel pengrajin bambu.

Pelatihnya tak tanggung-tanggung, didatangkan jauh-jauh. Adalah Yoyo Budiman, Direktur Akademi Bambu Jawa Barat menjadi mentor membuat souvenir dari bambu. Tak hanya itu, penyelenggara juga mengundang Rusmin, pengrajin furnitur asal Sleman, Yogyakarta. Rusmin mengajarkan anggota kelompok tani membuat kursi bambu. Ia juga mengajarkan dasar-dasar mengolah bambu.

Kedua pemateri berkolaborasi menularkan ilmu kepada peserta pelatihan. Mulai dari memilih bambu, memotong, merakit, hingga proses akhir. Peserta begitu antusias mengikuti setiap instruksi dan mempraktikkannya. Hingga akhirnya selama latihan mampu menghasilkan beberapa macam souvenir. Mug ukuran kecil dan besar, asbak, hingga cover tumblir berhasil warga buat. Dari kelompok pembuat furnitur, dalam waktu singkat mereka mampu membuat kursi dan rak bambu.

“Saya salut dengan hasil kerja teman-teman di Patanyamang. Hanya dalam waktu dua hari mereka mampu menghasilkan beragam karya dari bambu,” ujar Yoyo di hari terakhir.

Yoyo juga memuji inovasi salah satu peserta. Membuat frame kacamata dari bambu. Semoga dengan adanya pelatihan ini bisa menjadi modal usaha anggota kelompok untuk kesejahteraan keluarganya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here