BERSATU MENDUKUNG PEMBERANTASAN COVID-19 DI TORAJA UTARA

663
0
Handover.

Updatekareba.Com – Tulisan ini saya awali dengan kalimat: tidak salah gurunta to pissan (guru kita dulu) bilang: *pengalaman adalah guru terbaik*.

Hari ini (21/04/2020) kota kecil Rantepao Toraja Utara yang kita cintai diramaikan dengan pembagian sembako oleh Ikatan Isteri Dewan Toraja Utara. Dan sekejap juga medsos memperbincangkannya.

Menyikapi pembagian sembako yg berlangsung hari ini di Rantepao di tengah ancaman Covid-19, menurut saya, rasa empati yang ditunjukkan oleh Ikatan Isteri Dewan Toraja Utara patut diapresiasi.

Karena tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah mengganggu kehidupan sosial kita, menyebabkan penghasilan hilang terutama masyarakat kita yang masuk golongan menengah ke bawah.

Dengan adanya pembagian sembako tersebut tentunya disambut dengan antusias sebagian warga yang membutuhkannya, ibaratnya mendapat setitik air di padang pasir.

Apakah salah pembagian sembako tersebut? Tentu tidak. Memberi perhatian dan bantuan kepada masyarakat adalah pekerjaan mulia yang belum tentu dapat dilakukan semua orang.

Namun demikian maksud baik tersebut bisa saja menjadi kritikan apabila mengabaikan hal lain. Hari ini luar biasa komen-komen di medsos (fb, WA) seputar pembagian sembako di Rantepao tersebut.

Mengapa? Di tengah pandemi Covid-19 setiap daerah selalu memegang petunjuk dari atas, antara lain jaga jarak bila berinteraksi dengan orang lain, menghindari kerumunan/keramaian, selalu pakai masker bila keluar rumah, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan berdiam diri di rumah, dan sebagainya.

Petunjuk itu dipercaya dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena di antara kita bisa saja ada yang membawa virus Corona yang tidak menunjukkan gejala yang disebut Orang Tanpa Gejala (OTG), penampakan mereka sehat-sehat saja.

Bila kita mencermati di beberapa daerah sudah ada yang berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti DKI Jakarta, Kota Makassar di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya di Jawa Timur, dll.

Adapun pertimbangan PSBB dari Menteri Kesehatan ini antara lain terjadinya peningkatan dan penyebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang signifikan dan cepat serta diiringi kejadian transmisi lokal. Di samping itu adanya kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya. Intinya adalah untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin masif.

Tim Satgas Covid-19 pun berupaya semaksimal mungkin bekerja dengan penuh tanggungjawab siang malam tidak kenal lelah dan beresiko tertular.

Baik Tim Satgas Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa/Lembang dan Kelurahan adalah tim yang dibentuk untuk sesegera mungkin menyelesaikan Covid-19 tersebut. Unsur-unsur tim tesebut sesuai jenjangnya misalnya di tingkat Kabupaten Bupati, Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RS, dan unsur lainnya. Di tingkat Kecamatan Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Kepala Desa/Lembang dan Lurah, dan unsur lainnya. Tidak hanya itu elemen masyarakat banyak yang tergerak menjadi relawan Covid-19.

Semua sumber daya dimobilisir untuk menghambat sebaran Covid-19 ini, termasuk tenaga kesehatan baik di RS maupun di Puskesmas.

Usaha berjibaku dengan Covid-19 yang tak kelihatan wujudnya ini membutuhkan kewaspadaan. Andai saja Covid-19 bisa kelihatan mungkin kita bisa berantas tepat sasaran.

Semua usaha yang dilakukan Pemerintah akan sia-sia saja tanpa keterlibatan dan rasa tanggungjawab kita semua, baik masyarakat luas, tokoh agama/ulama, tokoh adat, tokoh/pemuka masyakat dan tentunya dukungan DPRD di daerah. Kesadaran dan partisipasi aktif kita semua menentukan hasil ke depannya. Apakah kita berhasil menekan penyebaran Covid-19 atau malah gagal sehingga diberlakukan PSBB.

Pembagian sembako telah selesai dilaksanakan dan telah dihadiri kerumunan massa, maka tindak lanjut apabila terjadi yang tidak diinginkan adalah menghimbau bagi yang merasakan tidak enak badan, panas, batuk pilek, sakit tenggorokan segera periksakan diri anda ke sarana kesehatan atau melapor ke Satgas Covid-19.

Dalam semua usaha yang kita lakukan tersebut kiranya senantiasa kita berserah diri kepada Tuhan, agar kita semua dilindungi dari keganasan Covid-19 dan diberi kesehatan senantiasa seraya mengucap syukur kepada-Nya.

Akhirnya, mari semua kita tetap bersatu dukung mendukung pemberantasan Covid-19 di daerah yang kita cintai Toraja Utara.

Kurre sumanga’ lako kita sola nasang.(*)

(*) ; Siswanto Pabidang/Diaspora Toraja di Pamekasan Madura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here