Bincang-Bincang Tentang Permainan Politik Uang Pasca Pilkada 2020

582
0
Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM.

Updatekareba.Com, Toraja – Waktu berjalan dengan cepatnya, tak terasa sudah seminggu usai Pilkada 2020. Semua sudah tahu hasil sementara sambil menunggu penetapan KPUD di kedua Toraja bersaudara ini, Toraja Utara dan Tana Toraja.

Banyak cerita sisa-sisa perhelatan Pilkada 2020. Salah satunya adalah permainan Politik Uang (Money Politic) yang saya ibaratkan angin berembus terasa tapi tak terlihat.

Desas-desus bahwa permainan politik uang itu ada dan nyata tapi tak satupun peduli untuk menghentikannya. Ini mungkin yang dikatakan terlihat tapi tak berkutik, bersuara tapi tak berani. Ini anomali.

Selalu ada cara pembenaran bahwa adanya permainan politik uang ini karena desakan para masyarakat pemilih yang menghendakinya dengan berkata: “kami tidak akan memilih calon itu kalau tidak berikan kami uang”, tetapi ada juga yang mengatakan permainan politik uang itu karena calon yang takut kalah dalam persaingan tersebut.

Nampaknya bisa dimaklumi tetapi sesungguhnya disadari atau tidak (masa bodoh) bahwa permainan politik uang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan khotbah para pemuka agama tentang efek permainan politik uang dianggap angin lalu saja.

Ada yang bertanya: apakah permainan politik uang bisa dihilangkan? Beragam jawaban yang muncul.

Jika diibaratkan pecahnya pipa air maka untuk menyelesaikan permainan politik uang bukan mengelap tumpahan air tetapi pipa pecah itulah yang harus disumbat agar aliran airnya tidak keluar. Artinya bahwa sumber permainan politik uang itulah yang pertamakali harus dibereskan biar tidak kemana-mana menabur uangnya. Jika demikian maka masyarakat pemilih tidak akan mengharapkan lagi dari para calon tersebut.

Penyelesaian pada tingkat calon akan lebih mudah karena hanya melibatkan beberapa calon saja dari pada harus menyelesaikan pada tingkat masyarakat pemilih yang heterogen dan tersebar luas.

Apakah akan berhasil usaha tersebut? Berhasil tidaknya tergantung pada tekad, komitmen dan upaya kita bersama.

Kiranya Tondokta, Tondok Toraya, selalu dilindungi dan diberkati oleh Tuhan yang Mahakuasa, Amin!

Akhirnya, ijinkan saya mengucapkan: Selamat Merayakan Hari Natal (25/12/2020) dan Tahun Baru (01/01/2021), lako kita Sola Nasang Sang Torayan di mana saja berada. Kurresumanga’.(*)

(*) ; Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here