BMKG : HATI – HATI ANGIN PUTING BELIUNG DI TORAJA

271
0

Updatekareba.com, Toraja – Angin puting beliung yang disertai hujan menerjang sebagian wilayah kabupaten Tana Toraja,
Selasa (5/2/2019) kemarin.

Ada tiga kecamatan yang terdampak paling parah, masing-masing Makale, Makale Utara, dan Rantetayo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana
Toraja mencatat sejumlah bangunan milik warga maupun milik pemerintah, rusak akibat
diterjang angin dan pohon tumbang, juga korban terluka dalam peristiwa ini.

Rilis Kepala Stasiun Meterologi Bandara Pongtiku, Agung Sudiono, mengatakan dampak Angin Puting Beliung Bencana Hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-
parameter meteorologi, sepertu curah hujan, kelembaban, temperatur, atau angin.

“Salah satu Bencana
Hidrometeorologi adalah kejadian angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Makale, Kecamatan Makale Utara, dan Kecamatan Rantetayo, pekan lalu,” ujar Agung Sudiono.

Puting beliung merupakan angin kencang berputar yang keluar dari awan Cumulonimbus
dengan kecepatan lebih dari 34,8 knots atau 64,4 km/jam dan terjadi dalam waktu singkat.

Puting beliung merupakan fenomena cuaca yang berasal dari satu sumber, yaitu awan
Cumulonimbus (Cb) yang sangat kuat.

Namun harus diperhatikan bahwa tidak semua fenomena
yang berasal dari awan Cb ini dapat menjadi puting beliung, boleh jadi hanya hujan lebat yang
disertai petir atau hujan es.

Puting beliung adalah sebutan masyarakat terhadap fenomena
angin kencang yang berputar (vortex), dan umumnya terjadi bersamaan dengan curah hujan
dengan intensitas tinggi.

Fenomena ini bersifat lokal, mencakup area antara 5–10 kilometer.

“Bulan Februari 2019 wilayah Toraja masih pada fase musim penghujan, sehingga pertumbuhan awan cumulunimbus akan sering terjadi pada siang hingga sore hari yang
memungkinkan berdampak terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang serta angin
puting beliung”, tambah Agung.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here