BNNK Tana Toraja Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Pascarehabilitasi

144
0
Handover (Humas BNNK Tana Toraja).

Updatekareba.Com, Toraja – Persoalan narkoba kini tak hanya terjadi di negara dan kota besar. Namun telah merambah ke daerah kecil dan terpencil. Diperlukan langkah yang strategis baik dalam aspek preventif maupun kuratif.

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) telah menginisiasi terbentuknya layanan rehabilitasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yaitu Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalia Dewi Tonglo melalui Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Tana Toraka, Abdul Hafid dalam hal ini mengatakan, mengenai IMB tersebut, dibentuk sebagai solusi atas kendala sulitnya akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

“Untuk korban penyalahgunaan adalah tugas kita bersama. Bukan BNN saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ambil bagian dalam hal itu. Salah satu penanganannya yaitu memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada pengguna,” ungkap Abdul Hafid pada kegiatan monitoring dan evaluSi Pasca Rehabilitasi Tahun 2020 di rumah makan ayam penyet Rantepao, Kamis (22/10/2020).

penanggulangan narkoba khususnya di bidang rehabilitasi, pemerintah daerah juga diharapkan berperan secara maksimal.

“Sesuai Instruksi Presiden NO 6 Tahun 2018 mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk berperan aktif menangani masalah P4GN, salah satunya penyediaan layanan rehabilitasi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Hafid berharap para peserta berkelanjutan dalam tindaklanjut tugas yang diberikan sebagai fasilitator kepada korban penyalahgunaan narkoba.

“Semua peserta menjadi mitra BNN kemudian berperan sebagai Agen Pemulihan (AP) dan akan menerima segala bentuk laporan dan layanan khususnya kepada penyalahguna,” tukas Hafid

Hafid Juga menyampaikan, program IBM merupakan ujung tombak dari program rehabilitasi.

Hal ini dikarenakan bahwa penanganan para korban penyalahguna membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak khusunya kita bersama.

“Saat ini BNN telah menaruh konsentrasi terhadap program IBM kepada para korban dalam pascarehabilitasi. Untuk para peserta monev ini harus berkontribusi mengayomi, membina, dan mengarahkan para korban penyalahguna dengan langkah-langkah yang sesuai dengan petunjuk dari BNN sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan status sosial yang sama,” tukasnya.

Untuk tahun 2020 ini BNNK Tana Toraja melakukan program pascarehabilitas Intervensi Berbasis Masyarakat sebanyak 21 klien.

Kegiatan ini diikuti oleh Agen Pemulihan, Lurah/Lembang yang menyelenggarakan program pasca, personil rehab BNNK Tana Toraja, serta perwakilan orang tua klien.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here