Bongkar Praktik Prostitusi Online, Polrestabes Makassar Amankan Dua Mucikari

133
0
Handover.

Updatekareba.Com, Makassar – Polrestabes Makassar berhasil membongkar praktik prostitusi online yang menjajakan anakdi bawah umur. Dua muncikari diamankan yakni berinisial MK (18) dan AN (17) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriadi mengungkapkan pihaknya sudah melakukan gelar perkara dan menetapkan 2 orang yakni MK dan AN sebagai tersangka.

“Sudah ditetapkan dua tersangka, satu orang itu di bawah umur. Tersanka kan sudah ditahan dan masuk dalam proses sidik,” ungkap Kompol Edhy. Kamis (4/2/2021).

Kompol Edhy mengatakan praktek prostitusi online tersebut melalui aplikasi michat pada masing-masing HP Android milik tersangka di mana sebelumnya tersangka MK telah memboking kamar hotel untuk digunakan sebagai tempat melakukan hubungan badan antara korban dengan tamu laki-laki.

Tarifnya antara Rp300.000 sampai dengan Rp500.000 setelah korban melayani tamu laki-laki tersebut maka korban memberikan tip sebesar Rp50.000 kepada tersangka yang mendapatkannya tamu.

Perwira polisi berpangkat satu bunga itu menyebut masih ada satu orang DPO tersangka kasus prostitusi online berinisial perempuan KI.” sudah kita masukan dalam daftar pencarian orang. Perannya membantu pemesanan kamar hotel,” ucapnya.

Selain tersangka polisi mengamankan barang bukti yang berupa handphone milik tersangka dan pakaian digunakan oleh korban.

Tersangka dipersangkakan pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 D undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Tap Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas kedua undang-undang RI tentang perlindungan anak, Setiap orang dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dengan orang lain diancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 miliar rupiah.

Fenomena prostitusi onlline kembali diperbincangkan usai terbongkarnya jaringan tersebut di Kota Makassar, berbagai tanggapan kemudian bermunculan, ada yang tidak percaya, bahkan ada yang menganggap hal tersebut sebagai suatu kewajaran.

Dilansir dari kompasiana.com, seorang psikolog bernama Dinuriza Lauzi, M.Psi., Psikolog atau yang biasa disapa dengan sebutan Mbak Niza, pun turut memberikan pendapatnya bahwa kasus seperti ini sangat mustahil jika pembelaannya pada konteks dijebak atau korban penipuan website lowongan kerja.

“Ini dilakukan secara sadar. Pastinya ada beberapa faktor yang menjadi alasan utamanya dan kita harus melihatnya secara mendetail,” ujarnya ketika dihubungi tadi malam, Minggu (17/2/19).

Mbak Niza menjelaskan bahwa kesadaran yang dimaksud adalah dengan sendirinya para wanita yang menjadi PSK atas kasus ini mengirimkan foto dan videonya kepada si mucikari, yang bertugas sebagai perantara kepada para pemakai jasa.

“Pastinya, alasan utama kasus ini adalah kenikmatan yang instan. Maksudnya adalah sebuah penghargaan ingin diakui secara materi. Toh jika kita berbicara faktor ekonomi atau gaya hidup, tidak selamanya harus dengan cara seperti ini. Yang halal banyak kok, cuma mesti sabar dan bersyukur tentunya atas setiap proses yang dijalani,” tambah wanita yang merupakan alumni Universitas Indonesia ini.

Bagi Mbak Niza, kasus prostitusi online ini murni tidak ada skenario penjebakkan didalamnya. Jika melihat dari proses rekrutmen yang dilakukan, tentunya ini dilakukan dengan senang hati dan berharap kepada keuntungan yang diberikan.

Bagi wanita yang turut aktif dalam kegiatan LPSK wilayah Jawa Timur ini, faktor keimanan dan dukungan dari lingkungan sekitar adalah salah satu kunci untuk mencegah potensi terjadinya kasus seperti yang marak diberitakan beberapa waktu kebelakang ini.

“Balik ke personal sih, bicara agama pastinya balik ke iman. Bicara sosial kemasyarakatan, ya faktor lingkungan. Cara menangkalnya terlihat sulit, tapi ada proses yang harus terus dikawal,” jelasnya.

Banyak faktor penyebab beberapa perempuan memutuskan untuk terjun ke dunia prostitusi online yang menjadi surga bagi setiap kaum pria ini. Selain faktor gaya hidup dan alasan ekonomi, faktor kecewa terhadap pasangan pun juga turut menghiasi polemik yang terjadi.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here