Bupati dan Wabup Toraja Utara Tepis Isu Ketidakharmonisan Jelang Pilkada 2020

537
0
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan (kiri) dan Wakilnya Yosia Rinto Kadang (kanan).

Updatekareba.Com, Toraja -Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Toraja Utara tahun 2020 mendatang, isu ketidakharmonisan dan keretakan hubungan Bupati Kalatiku Paembonan dengan Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang terus berhembus.

Bahkan, isu tersebut sudah menjadi topik pembahasan di media sosial (Medsos) maupun di kalangan masyarakat Toraja.

Namun, isu yang beredar itu ditepis Bupati Kalatiku dan Wabup Rinto dengan tampil kompak dan solid pada acara pelantikan Badan Permusyawaratan Desa/Lembang ( BPL ) Salu’ se Kabupaten Toraja Utara periode 2019-2025, di halaman kantor Bupati Toraja Utara, Rabu (30/7/2019) kemarin.

Saat ditemui awak media Bupati Kalatiku maupun Wabup Rinto sama-sama menegaskan jika hubungan keduanya tetap harmonis, kompak dan tetap solid bahu membahu dalam menjalankan roda pemerintahan di kabupaten berjuluk Negeri diatas awan Bumi Pongtiku.

Kalatiku Paembonan mengungkapkan, hubungan dirinya dengan Rinto tetap kompak dan harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Banyak isu beredar, baik di Medsos maupun di kalangan masyarakat yang menyatakan hubungan bupati dan wakil sudah retak. Tidak ada yang retak, emangnya bangunan. Saya dan wakil tetap kompak dan solid hingga saat ini,” tegas Kalatiku Paembonan.

Hal senada ditegaskan Wabup Rinto bahwa selama ini, dirinya dan bupati selalu berbagi tugas dalam menjalankan roda pemerintahan di Toraja Utara. Hal ini agar dapat mewujudkan visi misi Kabupaten Toraja Utara yang Mekar Untuk Sejahterah.

“Kalau saya dan pak bupati setiap hari berdua terus, kapan kerjanya?. Jika saya dan pak bupati selalu tampil berdua, program kerja yang telah ditargetkan tidak akan dapat diselesaikan. Dan selaku Wakil Bupati, saya selalu siap menjalankan apa yang ditugaskan oleh Bupati,” tegas Rinto

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak cepat termakan isu yang beredar, namun harus menyikapinya dengan bijak demi kenyamanan dan kekondusifan Kabupaten Toraja Utara.

“Mari kita wujudkan Kabupaten Toraja menjadi daerah yang unggul, inovatif dan berkelanjutan,” ajak Yosia Rinto Kadang.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah dan wakil kepala daerah menjaga hubungan agar tetap ‘mesra’ hingga akhir masa jabatan. Jokowi¬† mengimbau kepala dan wakil kepala daerah tetap kompak memimpin daerahnya jelang Pilkada Serentak 2020.

“Saya minta pimpinan daerah jadi satu kesatuan, jangan awal mesra, nanti di pertengahan berantem. Jangan terjadi,” katanya di Istana Negara Jakarta, beberap waktu yang lalu.

Jokowi mengatakan itu dalam Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2019 dengan gubernur Seluruh Indonesia serta wakil gubernur, bupati- wali kota dan wakil bupati dan wakil wali kota hasil pemilihan kepala daerah serentak.

Presiden mengatakan kerja pemimpin daerah termasuk yang baru hasil Pilkada Serentak 2020 ditunggu oleh rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka. Jokowi juga meminta para kepala daerah dan wakil kepala daerah merangkul lawan-lawan politik dalam pertarungan Pilkada tersebut.

“Bertarung itu lima tahun sekali, jangan bertarung terus, nanti rakyat dapat apa,” ujarnya.

Jokowi meminta pejabat daerah yang dahulu tidak mendukung saat pilkada tidak dimutasi ke tempat terpencil karena alasan itu. Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi di daerah mempengaruhi kondisi nasional.

“Realisasi APBD akan mendorong ekonomi daerah, jangan pakai pola lama, kendalikan kepala dinas agar awal tahun anggaran sudah keluar sehingga Februari mulia dikerjakan,” katanya.

Ia meminta agar dihindari realisasi anggaran pada pertengahan tahun bahkan pada September dan Oktober.

“Jangan yang lama diteruskan, September, Oktober pas hujan datang malah membangun. Kenapa tidak mulai Maret. Jangan terkena arus birokrasi kita,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta para kepala daerah menjaga laju inflasi di daerah.

“Cek terus harga bahan pokok seperti beras, cabai, jagung dan lainnya di agen dan distributor, tiap daerah harus ada TPID,” kata Jokowi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here