Bupati Toraja Utara Kunjungi Papua, 140 Pengungsi Toraja Asal Wamena ke Makassar

476
0
Handover (Diskomimfo Toraja Utara)

Updatekareba.Com, Papua – Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, mengunjungi pengungsi korban insiden Wamena di Tongkonan Kota Jayapura, Papua, Jumat (3/10/2019).

Dalam kesempatan itu Bupati Toraja Utara berjanji akan membantu dan memfasilitasi para pengungsi asal Toraja yang ingin kembali ke Toraja.

“Kami siap terima dan fasilitasi terutama soal pendidikan anak – anak pengungsi yang mau sekolah di Toraja,” kata Kalatiku Paembonan, didepan para Pengungsi kerusuhan Wamena ini.

Bupati Toraja Utara juga berharap para pengungsi tetap tenang dan berdoa agar musibah di Wamena bisa kembali kondusif dan aman.

Sementara Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua memberangkatkan 140 pengungsi asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menggunakan Kapal Motor (KM) Ciremai dari Jayapura ke Makssar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (1/10) siang. Keberangkatan 140 pengungsi itu menyusul demonstrasi anarkis yang berujung kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9).

“Tadi kita sudah berangkatkan 140 warga Sulawesi Selatan dengan Kapal Motor (KM) Ciremai dari Jayapura ke Makassar,” kata Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua, Yulius Palulungan, di Jayapura, Selasa (1/10/2019).

Yulius mengatakan, keberangkatan 140 jiwa pengungsi itu langsung difasilitasi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah. Rata-rata pengungsi yang sementara ditampung di Tongkonan Kotaraja ini, meminta untuk dipulangkan kembali ke kampung halamannya.

“Kalau kita tanya mereka (pengungsi), rata-rata ingin pulang kembali ke kampungnya di Toraja dan Makassar,” kata Yulius, yang juga koordinator penanggulangan pengungsi dari Wamena di Tongkonan Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura.

Tetapi, pihaknya tidak tahu tujuan mereka memilih untuk pulang, mungkin untuk menenangkan diri karena melihat kondisi di Wamena, sehingga memilih pulang.

Sementara itu, Yuliati Palayuk, salah satu pengungsi asal Wamena mengatakan, ia bersama keluarganya ingin pulang ke kampung halaman, tidak ingin kembali lagi ke Wamena.

“Saat kejadian itu, pertama massa demo lempar-lempar rumah warga, tetapi rumah saya tidak dilempar karena berada di tengah-tengah, setelah dilempar, samping kiri-kanan rumah saya dibakar,” katanya.

Lantaran kondisi seperti itu, kata dia, maka ia ke luar dengan membawa anaknya yang baru berusia 10 bulan, lari bersama tetangganya menuju Polres Wamena untuk menyelamatkan diri.

Ia menambahkan, ia bersama tetangganya mengungsi di Polres Wamena selama satu minggu, baru dievakuasi ke Jayapura.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan Rp1 miliar untuk korban kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman, Sulaiman di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Senin, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Jayawijaya Jhon R Banua.

Demonstrasi yang berujung kerusuhan di Wamena, pada Senin, 23 September 2019, menyebabkan 33 orang meninggal dunia, baik warga pendatang maupun warga Papua.

Massa demo juga merusak dan membakar ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di daerah tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here