Cakada Jangan Manfaatkan Pandemi untuk Goda Wong Cilik

219
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah serentak, diminta tidak memanfaatkan kesulitan yang dialami masyarakat akibat pandemi Covid-19. Apalagi, menggunakan kesempatan untuk mempengaruhi masyarakat dalam konotasi yang negatif.

“Cakada jangan memanfaatkan situasi di saat nasib wong cilik terhimpit oleh berbagai tekanan yang terjadi,” kata Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Teguh Prasetyo, Jumat (7/8/2020).

Dia menambahkan, di masa pandemi ini, banyak yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan.

“Kemurnian suara rakyat harus dijaga. Cakada jangan menggoda masyarakat yang sebagian adalah wong cilik, untuk melakukan perbuatan yang menggiring pilihan politiknya,” ujar dia.

Sebab, masyarakat sudah seharusnya bebas menentukan pilihan politiknya. Terkait adanya sinyalemen meningkatnya jumlah penerima bantuan sosial di daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, Teguh mengakui bahwa petahana memiliki instrumen untuk melakukan hal itu.

“Salah satunya adalah kewenangan penyaluran anggaran kemasyarakatan. Namun hal itu jangan diklaim atau diatasnamakan untuk kepentingan pencalonan,” tandasnya.

Teguh juga menambahkan, anggaran yang sudah terpola dalam mata anggaran memang seharusnya dilaksanakan oleh petahana manapun. Sehingga, tidak menimbulkan kesan seolah-olah penyaluran bantuan berasal dari kantong pribadinya.

“Salah satu ‘kemenangan’ petahana adalah bisa memainkan kebijakan dan angggaran untuk kepentingan politiknya. Hal semacam ini tidak diperbolehkan, karena kebijakan yang dikeluarkan seharusnya mengacu pada posisinya sebagai pemimpin bagi seluruh rakyat di daerahnya,” tegas dia.

Dia memperkirakan, jumlah aduan terhadap penyelenggara pemilu pada pilkada di tengah situasi pandemi tetap tinggi. Sebab, dalam situasi seperti ini, penyelenggara tidak bisa all out melaksanakannya.

“Misal, kurangnya alat pelindung diri bagi penyelenggara pemilu, bisa membuat persiapan dan pelaksanaan pilkada kurang optimal. Demikian pula dengan penerapan protokol kesehatan saat verifikasi maupun penghitungan suara,” ucapnya.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here