Calon Kapolri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo akan Ubah Citra Negatif Polri dengan Kedepankan Soft Approach

183
0
Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Updatekareba.Com, Jakarta –  Calon Kapolri Komjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyatakan Polri ke depan tak bisa sekedar mengandalkan gelar kekuatan dalam menjalankan tugasnya. Polri harus mengedepankan soft approach atau pendekatan lebih lunak sehingga citra negatif kepolisian bisa hilang.

“Kita tidak hanya bisa mengedepankan penggelaran kekuatan, tetapi juga perlu kedepankan pendekatan soft approach yang akan menjadi pendekatan utama strategi Kepolisian, dengan penegakan hukum yang akan jadi upaya terakhir, manakala proses di awal tidak menemui penyelesaian,” ungkap Komjen Pol. Listyo Sigit dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu (20/1/21).

Komjen Pol. Listyo Sigit melanjutkan, Polri harus bekerja bagaimana ke depan mewujudkan program yang menciptakan keadilan bagi semua lapisan dan golongan masyarakat. “Atau yang biasa disebut justice for all,” tegas mantan Kapolda Banten itu.

Menurut Komjen Pol. Listyo Sigit, Polri berupaya mewujudkan harapan masyarakat di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi seperti lingkungan strategis baik global, regional, domestik, serta dinamika sosial yang hidup di ruang siber.

Komjen Pol. Listyo menjelaskan terkait pelayanan Polri yang perlu dibenahi. Komjen Pol. Listyo mencontohkan pelayanan Polri yang dirasakan sebagian masyarakat masih berbelit-belit, serta ucapan dan sikap perilaku anggota Polri yang kasar atau arogan.

Kemudian, seperti pungli di sektor pelayanan, kebiasaan mencari-cari kesalahan, dan mengutamakan kekerasan dalam menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, penanganan kasus yang terkesan tebang pilih, keberpihakan terhadap proses penanganan tindak pidana, dan menampilkan perilaku yang menimbulkan kebencian di masyarakat.

“Meskipun ada pandangan negatif terhadap Polri, namun kami dapat gambaran kepuasan publik terhadap institusi yang semakin menunjukkan arah optimistis,” ungkap Komjen Pol. Listyo Sigit sambil memaparkan sejumlah hasil survei yang menunjukkan kepuasan atas Polri.

Walau demikian, Komjen Pol Listyo mengatakan bahwa tampilan dan postur Polri yang belum jadi harapan masyarakat, harus diubah.

Apabila diberikan amanah jadi Kapolri, Jenderal Bintang Tiga itu akan melakukan transformasi menuju Polri yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

“Kami perkenalkan konsep Polri yang presisi yang menjadi dasar mewujudkan harapan masyarakat, konsep ini yang akan mewarnai Polri masa depan,” tegas Kabareskrim Polri itu.

Calon Kapolri Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menjelaskan soal arah kebijakannya jika nanti menjadi pimpinan tertinggi di Polri.

Salah satu yang dijelaskan dalam pemaparan Komjen Pol. Listyo Sigit yakni pemeliharaan keamanan serta ketertiban nasional (Kamtibnas). Yaitu menitikberatkan, moderasi beragama, khususnya untuk menangkal intoleransi dan radikalisme.

Komjen Pol. Listyo Sigit siap menggunakan cara bersinergi antara pemerintah dan ulama sebagaimana yang pernah Komjen Pol. Sigit lakukan saat menjadi Kapolda Banten.

“Upaya pemeliharaan kamtibnas dengan mengutamakan moderasi beragama,” ungkap Jenderal Bintang Tiga itu dalam pernyataannya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/21).

Masih dari keterangan Calon Kapolri, perlu dilakukan kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas-ormas berbasis agama, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Termasuk melibatkan para ahli dan civil society dalam meningkatkan kesadaran masyarakat atas pemahaman Pancasila sebagai ideologi negara yang memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat, termasuk jaminan beribadah.

“Di sini, bagaimana upaya Polri bersinergi dengan tokoh agama seperti yang dilakukan di Banten, sinergi umaroh (pemimpin) dan ulama, akan kita lakukan. Sehingga ke depan kita akan mencegah dengan bersinergi dengan masyarakat yang ada terkait hal-hal yang berdampak pada intoleransi dan radikalisme,” tutur Kabareskrim Polri itu.

Selain itu, menurut Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit, Polri siap bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), civil sosiety, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dengan sasaran kesejahteraan, psiko sosial dan doktrin.

“Dan melibatkan mantan napiter untuk memberikan edukasi agar masyarakat sekitarnya tidak terpapar aliran, baik itu radikalisme baik ajaran yang mengarah terorisme. Namun, membahayakan keamanan dan keselamatan rakyat, Polri akan melakukan tindakan tegas,” jelas Mantan Kapolda Banten itu. (ng/bq/hy/*/UK).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here