Cara Kreatif PPGT Jemaat Saloso Cari Dana Dimasa Pandemi

878
0
Aksi pencarian hewan tutut sawah (Suso') oleh PPGT Jemaat Saloso, Rabu (23/2/2021).

Updatekareba.com, Toraja – Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Jemaat Saloso tetap semangat berkarya dalam pelayanannya di tengah Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung.

Salah satu yakni pencarian dana dalam pendukung pelayanan pemuda gereja di jemaat Saloso dengan menjual hewan Pila Ampullacea Alias Tutut Pila Ampullacea atau keong alias tutut atau dalam masyarakat Toraja dikenal ‘SuSo’.

Para kader PPGT Jemaat Saloso rela turun sawah mencari hewan tutut sawah untuk dijual.

“Kami sengaja melakukan usaha pencairan dana untuk pelayanan dengan menjual tutut sawah, dengan mencarinya di sawah milik warga jemaat Saloso”, tutur Ketua PPGT Jemaat Saloso, Iche, Rabu (23/2/2021)

Hasil usaha pencarian dan penawaran penjualan tutut sawah ini menjadi rebutan oleh masyarakat yang dijual dengan sistem online.

“Ini kan masa pandemi, jadi kami jual tutut sawah atau suso ini dengan disebar di media sosial, lalu kami antar,” ucap Iche.

Iche pun mengungkapkan selain usaha dana, aksi mencari dana di sawah ini untuk mempererat silahturahmi dalam pelayanan kami serta menjaga kebugaran tubuh.

“Puji Tuhan teman – teman PPGT Saloso kompak dan tidak malu turun sawah mencari tutut sawah dan menjualnya, selain itu sebagai olahraga menjaga kesehatan. Aksi ini pun tetap mematuhi protokoler kesehatan,” ungkap Iche.

Mengenal Lebih Jauh Pila Ampullacea Alias Tutut Pila Ampullacea atau keong alias tutut dianggap sebagai hama atau sekadar hewan tidak berguna yang hidup di sawah, sungai, dan danau.

Namun, itu tidak berlaku bagi keluargaku bahkan pecinta kuliner indonesia. Aku dan nenekku biasanya mengolah Pilu Ampullacea alias tutut sebagai sajian wajib yang dihidangkan saat berkumpul bersama keluarga.

Tutut digemari oleh keluarga kami dan ternyata tutut diluar sana juga memiliki banyak penggemar, hal ini dibuktikan dengan banyak sekali pesanan saat disajian- sajian kuliner.

Selain rasanya sedap, bagi sebagian orang tutut dinilai sebagai sumber protein. Bahkan, ada yang mempercayai tutut sebagai sajian berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit liver, demam, dan penyakit kuning.

Menurut Positive Deviance Resource Centre, Universitas Indonesia, keong sawah dianggap bergizi karena mengandung protein 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram tutut, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan fosfor. Kandungan vitamin padanya juga cukup tinggi.

Dengan dominasi vitamin A untuk mata, vitamin E untuk regenerasi sel dan kecantikan kulit, niacin yang berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, dan folat yang baik untuk ibu hamil supaya bayinya tidak cacat tabung syarafnya.

Keong sawah mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor tutut dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, tubuh keong sawah juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Meskipun tutut itu kaya akan protein tutut juga ternyata kaya akan parasit.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here