Cegah Penyebaran Virus Corona, Kelelawar Tidak Harus Dimusnahkan

140
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta –Ditetapkannya wabah COVID-19 sebagai pandemik global oleh WHO berimbas pada kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di Indonesia dalam penangananan virus yang penyebaraannya bermula dari kota Wuhan, Tiongkok.

Beberapa pemerintah daerah melakukan pemusnahan ratusan ekor kelelawar jenis kalong dan codot.

Mamalia terbang itu dikhawatirkan menjadi binatang pembawa (vector) virus COVID-19.

Penelitian terbaru dan analisis genomik mengenai virus COVID-19 menjelaskan bahwa transmisi utama terjadi manusia ke manusia.

“Perdagangan satwa liar di Wuhan, Tiongkok yang tidak diregulasi dan sering kali ilegal adalah hal yang menyebabkan kemunculan dan persebaran virus COVID-19,” jelas Sigit Wiantoro, peneliti biosistematika vertebrata Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Cibinong, Jawa Barat pada Rabu (18/3/2020).

Sigit menjelaskan, pasar satwa liar merupakan tempat hewan dibawa oleh manusia dalam keadaan stres tinggi dengan fisiologi yang melemah setelah dipindahkan dari alam liar.

Sigit menjelaskan, tidak mengganggu dan merusak satwa liar dan habitat alaminya adalah solusi yang lebih tepat untuk mencegah terjadinya wabah virus di kemudian hari .

“Membasmi kelelawar justru dapat memberikan efek yang berlawanan terhadap penyebaran penyakit,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan, upaya pembasmian kelelawar di Amerika Selatan untuk mengontrol rabies justru tidak berhasil.

“Justru perubahan ekosistem yang disebabkan oleh manusialah yang menjadi penyebab utama kemunculan penyakit- penyakit yang dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia,” kata Sigit.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here