Dalam Pekan Ini Enam Lokasi Pada Lima Kecamatan Di Toraja Terjadi Bencana Tanah Longsor

382
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Di tengah suasana tahun baru 2020 ini Dua Kabupaten di Toraja telah terjadi bencana tanah longsor pada enam titik lokasi di lima Kecamatan.

Diawali Selasa (31/1/2019) sore, salah satu titik di jalan poros ini, tepatnya di Limbong, Lembang Sereale, Kecamatan Tikala, amblas.

Amblasnya badan jalan Provinsi ini membuat arus lalulintas dari Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara ke tiga kecamatan, yakni Kapala Pitu, Rindingallo, dan Baruppu’, terputus total.

Juga di hari yang tepatnya di Poros Pangala, Kecamatan Rindingalallo, Kabupaten Toraja Utara, juga material longsor menutupi badan jalan.

Saat hari pertama tahun baru 2020 (Rabu, 1/1/2020) beberapa daerah di Tana Toraja mengalami longsor, diantaranya adalah longsor di jalan poros palian-se’seng Kecamatan Bittuang, longsor di Palli Kelurahan Malimbong Kecamatan Malimbong Balepe, dan longsor di jalan poros Malimbong-Lemo menduruk, Keamatan Malimbong Balepe, Tana Toraja.

Dihari yang sama pula, bencana tanah longsor juga membuat akses jalan tertutup lokasi Dusun Palilli’, Lembang Sikuku’,Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara.

Longsor menutupi bahu jalan dan menutup jalan menuju kantor Lembang Kantun Poya.

Akibat bencana alam ini BPBD Tana Toraja dan BPBD Toraja Utara berusaha semaksimal untuk membersihkan dan menjaga agar tidak ada korban jiwa.

Untuk dimetahui Tercatat 1 Januari 2020 curah hujannya tertinggi dalam 12 tahun terakhir di Toraja. Disebut hujan sangat besar itu sekitar 100 mm kemarin dan sekitar 377 mm di hari tersebut.

Dalam siaran persnya Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja bersama BPBD sudah mengupayakan bantuan tanggap darurat ke Kecamatan, Kelurahan, Lembang yang wilayahnya terkena bencana longsor maupun banjir dan mari kita bersama-sama terus berkoordinasi dengan upaya-upaya untuk mengurangi potensi bencana terjadi lg.

“BPBD, aparat kecamatan, kelurahan dan lembang bersama masyarakat agar semua turun tangan membantu bencana banjir maupun longsor di wilayah masing masing yg terkena bencana.
Kiranya Tuhan yang maha kuasa, Allah SWT, membalas kebaikan bapak/ibu semua,” kata Bupati Nicodemus, dalam rilis Humas Pemkab Tana Toraja.

Bupati pun meminta masyarakat Tan Toraja agar waspada bersama jika cuaca sudah mulai memburuk, Dan doakan semoga situasi bisa kembali normal.

“Dan mari kita semua/ masyarakat untuk disiplin tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membangun rumah di area sungai yang ujungnya membuat banjir dan berdampak buruk kepada lingkungan kita semua,” ungkap Bupati Tana Toraja.

Akibat bencana alam ini, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan (JRM), langsung turun memantau dan mengawal langsung proses perbaikan jalan amblas yang menyebabkan arus lalulintas Rantepao ke Pangala’ via Sereale, terputus beberapa hari ini.

Proses perbaikan jalan amblas yang terjadi di Lembang (Desa) Sereale, Kecamatan Tikala, Toraja Utara ini dilakukan oleh kontraktor dan pegawai PU Bina Marga Sulsel, Kamis (2/1/2020).(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here