Dampak Modernisasi Pertanian, Petani Kian Berminat Manfaatkan Alsintan

918
0
Handover.

Updatekareba.Com, Jakarta – Petani di beberapa sentra produksi padi kian berminat memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan). Hal itu nampak saat panen padi awal April hingga akhir Mei lalu. Combine harvester yang dikelola unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) laris manis disewa petani yang sedang panen.

Salah satu UPJA yang kebanjiran sewa combine harvester adalah UPJA Jaya Makmur yang berlokasi di Desa Wringin Agung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, UPJA yang dikembangkan Gapoktan Tani Agung sejak 2012 tersebut mendapatkan pesanan sewa alsintan hingga ke beberapa kecamatan di Jawa Timur.

Ketua UPJA Jaya Makmur, Paimin mengakui, pihaknya kewalahan melayani permintaan sewa combine harvester.

Bahkan tak hanya petani di Kecamatan Gambiran, pihaknya juga melayani penyewaan hingga ke kecamatan lain seperti Kecamatan Blimbing Sari (dekat bandara) dan Srono. “Intensitas sewa combine harvester pada musim panen awal tahun ini terjadi peningkatan signifikan,” ujarnya.

Paimin mengakui, banyak keuntungan yang petani dapatkan dengan menggunakan alsintan. Pastinya adalah mempercepat pekerjaan petani. Petani yang panen dengan combine harvester hanya perlu waktu 3 jam/ha. Bahkan petani kini sudah tak asing lagi menggunakan alsintan.

Dengan demikian setelah panen, petani bisa langsung mengolah tanah. Awal Mei lalu, petani sudah ada yang mulai mengolah lahan lagi setelah panen. “Saat musim kemarau petani tetap melakukan olah lahan karena sebagia lahan petani ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas irigasi,” katanya.

Paimin mengungkapkan, selain memanfaatkan combine harvester, dalam pengolahan penggunakan traktor tangan juga sangat membantu petani. Dengan traktor lahan seluas 0,25 ha, hanya perlu waktu setengah hari. “Jika pengolahan lahan hingga siap tanam perlu waktu setengah hari. Sehingga, waktunya lebih pendek dibandingkan dengan olah tanah secara tradisional,” tuturnya.

Karena penggunaan alsintan mampu mempercepat pekerjaan petani, Paimin mengakui, kini semakin banyak petani yang tertarik memanfaatkan alsintan untuk olah lahan sampai panen. “Beda dengan 7-10 tahun lalu. Kalau zaman dahulu, paling hanya mesin traktor saja yang dimanfaatkan petani. Tapi saat ini banyak petani yang memanfaatkan alat mesin panen. Sebab, penggunaan alat mesin panen ini lebih efektif dan efisien, biayanya pun lebih murah dibanding panen manual,” papar Paimin.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here