Dari Toraja Untuk Indonesia, Gerakan Tallu Batu Lalikan Buka Pendaftaran 1000 Relawan Anti Politik Uang Di Toraja

319
0
Konfrensi pers perekrutan tim relawan anti politik uang di Toraja, Kamis (12/9/2019).

Updatekareba.Com, Toraja – Menindaklanjuti hasil keputusan Komongan Kalua Tallu Batu Lalikan di kantor Badan Pusat Sinode Gereja Toraja, gerakan anti politik uang atau money politik akan menyiapkan relawan untuk  membentuk relawan anti politik uang di Toraja.

“Tujuannya adalah untuk menghadirkan pemimpin yang berkarakter, berintegritas dan mau berjuang untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Lembang/Desa serta Pilkad serentak tahun 2020 di Tana Toraja dan Toraja Utara,” papar Ketua Relawan anti Money Politik Tallu Batu Lalikan, Pdt. Alfred Anggui, saat konfrensi pers di Paroki Makale, Kamis (12/9/2019) kemarin.

Ditegaskan Wakil Ketua BPS Gereja Toraja ini, politik uang harus dilawan, meski dirasa sulit. Untuk itulah Gerakan Tallu Batu Lalikan yang berasal dari berbagai latar belakang Agama dan para tokoh adat, dan Tokoh Masyarakat Toraja ini telah menyiapkan 1000 relawan yang siap menjadi relawan anti politik uang untuk  membantu instansi terkait. Tujuannya untuk mencegah adanya politik uang dan potensi kecurangan dalam Pilkalem dan Pilkada serentak di Toraja.

Ditambahkan Pdt. Alfred, pendaftaran relawan anti money politik ini akan dibuka tanggal 18 Sepetember 2019, di dua tempat pendaftaran yakni Kantor BPS Gereja Toraja Jl. Ahmad Yani Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Serta di kantor Paroki Gereja Katolik Makale, Plaza Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja.

“Apabila nanti ditemukan, mengumpulkan bukti dan saksi untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak berwenang yakni pengawas pemilu atau polisi,” lanjut Pdt. Alfred.

Sementara Sekertaris Relawan anti Money Politik Tallu Batu Lalikan, Pastor Albert Antonius Arina PR, menyatakan, alasan praktik memperjualbelikan suara rakyat merupakan cara yang salah. Tradisi itu harus segera dihentikan agar tidak semakin mengurat akar.

“Sudah sejak awal kami berkomitemen kampanyekan tolak politik uang dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya, dengan pendekatan secara culture,” tegas Pastor Albert Antonius Arina PR.

Pastor Albert Antonius Arina berharap Relawan yang ikut gerakan anti politik uang harus iklas, dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan.

” Toraja sudah harus punya wajah baru, dan komitmen dengan Toraja Untuk Indonesia, dengan pendukung culture budaya dan religi yang dimiliki Toraja, seiya sekata bergandengan tangan”, ungkap Pastor Albert.

Tim Relawan Tallu Batu Lalikan bersama pihak terkait terus melakukan diseminasi informasi dan mengembangkan jaringan guna mengoptimalkan pencegahan praktik jual beli suara dalam gelaran Pilkalem dan Pilkada Serentak 2020.

Politik uang tidak melulu pemberian berupa fisik uang, tapi juga bisa dalam bentuk barang dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga proses Pilkalem dan Pilkada di Toraja ini bebas dari trik politik uang, paling tidak dimulai dari diri dan lingkungan sekitar.

Secara hukum pemberi dan penerima dapat dikenai sanksi berdasar UU Kepemiluan.

Indikasi praktik politik uang dalam bentuk berbagai rupa masih ditemui di Toraja.

Pada beberapa kasus, pelaku politik uang berdalih yang dilakukan adalah sedekah, meski sebenarnya terdapat garis batas pembeda antar keduanya. Secara umum politik uang mengandung motif, janji atau pemberian berupa uang atau barang untuk menggiring dan mempengaruhi pilihan politik, sedangkan sedekah semestinya dilakukan dengan ikhlas tanpa terikat waktu. Bahkan setelah Pemilu pun tetap bisa dilakukan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here