Depan Tim BNNK Tana Toraja, Petani Ini Cerita Rayuan Narkoba Seharga Rp. 100ribu Di Penjara 4 Tahun

392
0
Handover (Humas BNNK Tana Toraja).

Updatekareba.Com, Toraja – Tim Rehabilitasi BNNK Tana Toraja berangkat ke Rutan Kelas II B Enrekang untuk memberikan Layanan Rehabilitasi terhadap 40 WBP Narkotika Rutan Enrekang, Rabu (7/4/2021).

Pada pertemuan sebelumnya telah dilakukan asesmen untuk mengetahui lebih mendalam mengenai kondisi WBP tersebut, selanjutnya pada hari ini dilakukan Therapy Community yg dilanjutkan dengan konseling terhadap WBP Rutan Kelas II B Enrekang.

Saat sesi konseling di Rutan Enrekang ini, salah satu WBP inisial H (50) menceritakan pengalamannya seperti ungkapan nila setitik, rusak susu sebelanga.

Ungkapan ini tepat menggambarkan keadaan yang dialami H (50 thn), WBP Rutan Enrekang yang berasal dari salah satu desa di Kabupaten Enrekang.

Ia merupakan kepala keluarga dari seorang istri dan tiga orang anak.

Ia sehari-hari mencari rezeki dengan berkebun. Suatu waktu saat ia bekerja di kebun, ia didatangi teman yang merayunya untuk mengkonsumsi Shabu dengan alasan agar tidak capek saat berkebun.

Akhirnya ia tergoda dengan bujuk rayu teman dan akhirnya memberikan uangnya 100rb untuk dipakai membeli Shabu.

Ia bersama temannya bertemu untuk mengkonsumsi Shabu bersama sama di pondok yang ada di kebunnya.

Bersama temannya akhirnya terciduk oleh polisi dan saat ini ia divonis empat tahun penjara.

Yang sangat ia sesali dari apa yang telah terjadi adalah karena kejadian tersebut ia tidak dapat melihat anak-anaknya tumbuh, anak sulungnya masih kelas 4 SD dan anak bungsunya masih bayi.

Istrinya saat ini berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan ketiga anaknya.

Bahkan istrinya harus bergantung hidup dari keluarga yang satu ke keluarga lainnya demi untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya.

Hanya dengan paket Shabu harga Rp. 100 ribu, ia kehilangan banyak momen saat anak sulungnya menerima rapor di sekolah, ia tdk dapat menyaksikan saat anak bungsunya belajar merangkak, dan banyak momen lainnya yang ia lewatkan hanya karena tergoda bujuk rayu teman.

Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Natalia Dewi Tonglo, dalam rilis Humas BNNK Tana Toraja menyampaikan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu WBP tersebut untuk menemukan solusi dari permasalahan yg dihadapi, sehingga WBP tersebut tidak lagi menjadi penyalah guna narkotika setelah menyelesaikan masa pemidanaannya.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here