DICARI PEMIMPIN UNTUK TORAJA UTARA 2020 MASA BAKTI 2021-2025

899
0
Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM.

Updatekareba.Com – Di pojok jalan di Kota Rantepao yang indah dan fenomenal terpasang sebuah baliho bertuliskan: *”Dicari Pemimpin untuk Toraja Utara 2020 Masa Bakti 2021-2025, yang berminat segera mendaftar dengan menyerahkan lamaran bermaterei 6000rph…dan seterusnya, Ttd: …”*

Lalu orang-orang pergi mencari di manakah baliho itu dipasang, apa saja persyaratannya, berapa gajinya, berapa tunjangannya, berapa biaya pendaftarannya, dan lain-lain.

Tentu saja baliho itu tidak ditemukan karena hanyalah baliho imajinasi saja.

Lalu kemana lagi orang-orang mencari info tentang lowongan itu? Maka dibukalah aplikasi medsos, whattshapp, facebook, instagram, dan lain – lain. Ternyata penjaringan resmi belum dibuka tapi kasak kusuk tentang kandidat sudah ramai dibicarakan.

Nun jauh di sana di sebuah grup whattshapp lokal yang berisi para politisi, praktisi, birokrasi, dan pentolan-pentolan elemen masyarakat, masing-masing anggota grup berusaha menyampaikan poin-poin penting yang harus dimiliki seorang Pemimpin Toraja Utara kelak.

Seorang Pemimpin Toraja Utara periode berikut harus bisa menyelesaikan segala macam problema seperti sampah yang bertebaran, tenaga honorer yang tidak terbayar, pembangunan di bantaran sungai, pasar hewan yang kumuh, pariwisata yang stagnan, PAD yang defisit, dan terjangan banjir dari luapan sungai Sa’dan.

Selain itu Bupati Toraja Utara mendatang dapat menyelesaikan dan menjawab pertanyaan mengapa Tana Toraja saudara tua lebih maju dari Toraja Utara, mengapa Toraja Utara masuk sepuluh besar kabupaten lokasi khusus (lokus) stunting gizi, mengapa judi masih marak, mengapa dan mengapa.

Lain lagi diskusi tentang masih maraknya Money Politic dalam wujud BLT (Bantuan Langsung Tossok), sepak terjang Koja (Koteng Jawa), dan apakah seorang Rohaniawan seperti Pendeta perlu untuk masuk arena pertarungan pilkada ini untuk membersihkan semua itu.

Terasa ideal dan nyaris sempurna calon yang diinginkan. Dapatkah Toraja Utara memiliki Pemimpin yang ideal dan super?

Seorang pemimpin seperti Bupati mempunyai beberapa peranan, antara lain:
(meaningaccorsingtoexpert.blogspot.com)
*1). Sebagai Perencana*, untuk menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan mendapatkan penyelesaian agar mencapai tujuan yang baik maka didahului dengan perencanaan yang baik.
*2). Sebagai Pembuat Kebijakan*, kebijakan dipengaruhi faktor luar dan dalam, sumber kebijakan bisa dari penguasa (termasuk aturan-aturan), bawahan/staf, maupun dari diri pemimpin itu sendiri.
*3). Sebagai Ahli*, Pimpinan dianggap serba tahu dan sebagai sumber informasi oleh karena itu pimpinan harus luas wawasan.
*4). Sebagai Teladan*, dimana Pimpinan harus memberi contoh yang baik.
*5). Sebagai Tempat Menimpakan Segala Kesalahan*, jika kinerja bawahan tidak optimal sehingga menyebabkan program tidak tercapai maka Pimpinanlah yang disorot.

*Bupati adalah Pemimpin*

Sebagai seorang pemimpin, Bupati tentunya sudah memahami apa itu kepemimpinan. Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Jika ditarik ke Kabupaten Toraja Utara maka tujuan yang ingin dicapai adalah tidak terlepas dari tujuan berbangsa dan bernegara, mengikuti dan melaksanakan program pemerintah pusat dan provinsi serta tujuan yang akan diwujudkan dari visi dan misi saat kandidat tersebut berkampanye sebelumnya.

*Bupati sebagai Pemimpin yang Berintegritas*

Seorang pemimpin yang memiliki integritas sangat penting dicari. Kemana mencarinya? Carilah di kalangan orang Toraja sendiri.

Kalau kita membaca Alkitab Perjanjian Lama tepatnya di Kitab Keluaran pasal 18 ayat 21, disitu pemimpinannya dari kalangan bangsa Israel sendiri: “kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin…”.

Seorang pemimpin, bobot kepemimpinannya tidak hanya ditentukan oleh tingginya pendidikan semata atau banyaknya jam terbang pekerjaannya, tetapi juga oleh integritas diri seorang pimpinan.

Integritas penting bagi seorang pemimpin karena integritas merupakan kekuatan konstruksi kepemimpinan.

Pertanyaanya apakah integritas itu? Bagaimana pemimpin berintegritas itu?

Menurut Wikipedia, integritas adalah praktik bersikap jujur dan menunjukkan kepatuhan yang konsisten dan tanpa kompromi pada prinsip dan nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau ketepatan tindakan seseorang.

Seseorang dianggap berintegritas ketika ia memiliki kepribadian dan karakter berikut: jujur dan dapat dipercaya, memiliki komitmen, bertanggungjawab, menepati ucapannya, setia, menghargai waktu, dan memiliki prinsip dan nilai-nilai hidup (https://www.maxmanroe.com).

Menurut John C. Maxcell yang dikutip oleh Maria Rukku, dkk, bahwa seseorang yang memiliki integritas, kata-katanya dan perbuatannya selalu selaras. Seorang yang memiliki integritas tidak terbagi atau berpura-pura (https://media.neliti.com)

*KEPEMIMPINAN MENURUT KEARIFAN BUDAYA LOKAL TORAJA*

Kearifan budaya Toraja sarat akan makna mendalam. Baik dalam tatacara pelaksanaan adat itu sendiri maupun dalam menentukan pimpinannya.

Seperti yang dituturkan oleh Desti Layuk Allo, pemerhati adat Toraja, bahwa kepemimpinan yang pas untuk Toraja adalah yang berakar dalam masyarakat adat Toraja sendiri yang turun menurun.

Sebagai wilayah adat, maka perlu memperhatikan tiga pilar ini, yaitu: pilar pertama: Pemimpin yang *MANARANG*, yaitu pemimpin yang pintar, menguasai ilmu dan teori modern serta pemahaman kearifan lokal Toraja, pilar kedua: Pemimpin yang *BARANI*, adalah pemimpin yang mampu mengambil keputusan dan mengeksekusinya, dan pilar ketiga: Pemimpin yang *KINAYA/KINAA/KINAWA*, yaitu pemimpin yang berbudi-pekerti, beretika dan bermoral.

Pendapat seorang Tokoh Masyarakat Toraja Utara, DK Pakendek, yang lebih dikenal dengan nama Tongguru Kamban, mengatakan bahwa sekarang ini sudah banyak *tomanarang* karena menempuh pendidikan tetapi masih sedikit yang menjadi *to kinaa*.

Sedangkan Yunita Pabisa, yang juga pemerhati budaya Toraja, mengatakan bahwa orang *kinaa* memiliki hikmat dan bijaksana, sebelum bicara dan bertindak *natangnga’ melo dolo’* (dipikirkan matang-matang/mendalam), dan juga setiap keputusan yang diambil dan tindakan-tindakannya selalu untuk kepentingan orang banyak *(to buda)* bukan kepentingan pribadi semata.

Mencari Pemimpin seperti Bupati untuk Toraja Utara khususnya tahun Pilkada 2020, akan sangat menarik dibicarakan saat ini karena berbagai kepentingan akan turut dimainkan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan itu sendiri. Harapannya adalah semoga Toraja Utara menemukan pemimpin
yang benar-benar terbaik dari yang terbaik dan tentunya penuh hikmat dan takut akan Tuhan. Semoga!.(*)

(*) : Dr. dr. Siswanto Pabidang, SH, MM (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here