Digugat Di PN Makale, Bupati Toraja Utara Pastikan Pertokoan Rantepao Tetap Dibongkar

2138
0
Kunjungan Dinas PUPR SulSel dan Toraja Utara di Pertokan Rantepao, Sabtu (20/2/2021).

Updatekareba.Com, Toraja – Kuasa Hukum Asosiasi Pedagang Toraja Utara ( APTU) menempuh upaya perlawanan Hukum Perdata maupum Pidana, dan telah menempuh upaya huk um Perdata dengan menggugat Pemerinta Toraja Utara di Pengadilan Negeri Makale Dengan Nomor Perkara 41/
Pdt.G / 2021/PN.Mak.

“Kami selaku kuasa Hukum Asosiasi pedagang Toraja utara telah mengeluarka Somasi Pertama (I) dan Somasi ke dua ( II) Sebagai syarat dalam menempuh upaya perlawanan Hukum Perdata maupum Pidana, dan telah menempuh upaya huk um Perdata dengan menggugat Pemerinta Toraja Utara di Pengadilan Negeri Makale,” ungkap kuasa hukum para pedagang ini, Jhody Pama’nta.

Jhody pun menghimbau kepada Bupati Toraja Utara dengan Seluru jajarannya agar tidak melakukan penertiban dan pembongkaran Front Toko Pasar Rantepao serta menghormati Proses Hukum yang sementara berjalan di Pengadilan Negeri Makale Sampai dengan adanya Putusan Pengadilan Yang Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap atau INKRACHT.

Menanggapi hal ini, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, mengungkapan tidak gentar dan tetap akan melaksanakan pembongkaran pertokoan Rantepao.

“Saya sudah bertemu dengan Sekprov SulSel dan jelaskan semuanya. Jadi intinya pembongkaran ini untuk kepentingan umum, bukan pribadi saya. Pembongkaran tetap akan dilaksanakan,” kata Kalatiku Paembonan, saat sambutan di peresmian SPAM RSUD Pongtiku, Rabu (23/2/2021).

Kalatiku juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Bupati terpilih Toraja Utara Yohanis Bassang, soal pelaksanaan pembongkaran pertokoan ini.

“Bupati terpilih juga sangat mendukung hal ini, jadi apa pun itu alasannnya Pemkab tetap lakukan pembongkaran,” ungkap Bupati Kalatiku.

Dalam sambutannya ini Bupati Toraja Utara juga menyampaikan adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp. 70 Miliar yang tidak disetorkan pihak – pihak di Pertokoan kepada Pemerintah.

Untuk diketahui Pemkab Toraja Utara telah mengeluarkan tiga kali surat pengosong Pertokoan Rantepao.

Para pedagang di Pertokoan ini pun telah disediakan tempat di pasar Bolu Tallunglipu.

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Pertokoan Rantepao Julius Yusuf merespon peryataan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Selasa (23/2/2021).

Pernyataan Kalatiku dengan menyebut para pedagang pertokoan Rantepao hanya sebagai penyewa.

Hal itu diucapkan Kalatiku beberapa waktu lalu kepada sejumlah media.

Sementara, pernyataan Kalatiku itu ditepis oleh Julius.

Julius menegaskan bahwa ia dan pedagang lainnya bukan penyewa melainkan pemilik.

Terkait hal tersebut, ia mengaku punya bukti dan siap dipertanggung jawabkan.

Seperti diketahui, pertokoan Rantepao yang berlamat di jl Andi Mappanyukki, Kelurahan Penanian, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara akan dibongkar.

Terkait pembongkaran itu, para pedagang yang saat ini mendiami pertokoan akan direlokasi.

Namun lokasi relokasi, menurut para pedagang, sangat tidak memungkinkan untuk mereka.

Sehingga, meski sudah mendapat SP 3 bahkan diancam akan digusur mereka memilih untuk tetap bertahan.

Diketahui bahwa polemik pertokoan rantepao saat ini berstatus proses hukum dan Julius berharap semua pihak menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan karena Indonesia adalah Negara Hukum.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here