Dihadapan Pelajar SMPN 2 Rantepao, Kejari Tana Toraja Lakukan Penyuluhan Hukum

174
0
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 2 Rantepao, Toraja Utara, Rabu (24/3/2021).

Updatekareba.Com, Toraja – Dalam memperkenalkan hukum/penyuluhan hukum kepada anak didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) lebih mengutamakan pendekatan dan keakraban dan ingin menjadi sahabat bagi mereka.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja, Jefri P. Makapedua dalam membuka kegiatan ‘Jaksa Masuk Sekolah (JMS)’ dengan cara mendekatkan diri dengan memberikan beberapa poin pertanyaan kepada siswa di ruang serbaguna SMP Negeri 2 Rantepao, Rabu (24/3/2021).

“Kami datang bukan hanya untuk memberi materi ataupun pemahaman apa itu hukum dan aturan hukum tetapi tujuan utama kami yaitu kami mau dekat dengan adek – adek, bukan sebagai orang tua tetapi lebih menjadi sahabat kalian,” ungkapnya.

Jefri menambahkan bahwa, dengan menjadi sahabat peserta didik diharapkan agar dapat berhasil, berkarakter dimasa depan bahkan mengajak agar para pelajar kedepannya dapat memiliki kemauan dan cita-cita menjadi bagian dari korps Adhyaksa.

“Kami punya harapan agar adek – adek dapat berkarakter juga berhasil kedepannya, termasuk di bidang pendidikan dan siapa tau ada yang jadi jaksa dan lebih baik lagi jika jadi Kajari,” tambahnya.

Dijelaskan Jefri secara umum, bahwa hukum merupakan sekumpulan peraturan yang harus ditaati dan hukum juga berlaku di Negara karena jika tidak maka akan terjadi kekacauan.

“Saya mengingatkan kepada adik – adik yang ikut agar mengenali hukum dan dapat menjauhi hukuman,”harap Jefri.

Kasi Intelejen Kejari Tator, Ariel D. Pasangkin mengatakan, ada beberapa materi yang diberikan kepada para generasi milenial agar mereka lebih mengenal apa itu bahaya narkotika, bullying, pencabulan/seks bebas dan bunuh diri.

“Pada program JMS dengan SMPN 2 Rantepao ini kami lebih mengenalkan apa itu Kejaksaan dan apa tugas pokok, fungsi dan kewenangan jaksa dalam penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Ariel memaparkan tentang tugas dan fungsi kejaksaan, Narkotika, Kasubsi Ipolek Sosbudhankam Kejari Tator, Rahmat Nasution memberikan materi tentang hukum yang diterima jika melakukan bullying dan Staf Intelijen Kejari Tator, Rizal Abdul Mughni menjelaskan undang-undang yang berlaku dalam melakukan kejahatan seks bebas/pencabulan.

Sementara Kepala SMP Negeri 2 Rantepao, Zeth Patanduk, menyampaikan bahwa program JMS saat ini sudah 2 kali dikunjungi oleh Kejaksaan dalam memberikan sosialisasi dan hukum yang berlaku pada tindak kekerasan.

“Saya sangat berterima kasih, karena untuk kedua kalinya Kejaksaan datang di sekolah ini dan anak didik yang telah mengikuti JMS ini dapat membuka pemikiran anak didik terkait hukum, dan membentuk karakter yang baik,” kata Zeth.

Lanjut Zeth bahwa pihaknya sangat merespon karena diberi kepercayaan untuk dikunjungi dalam memberikan pendidikan tambahan kepada peserta didik untuk membentuk karakter mereka.

“Sosialisasi ini saya yakin akan membuka wawasan bagi peserta didik tentang bahaya dan tindak kekerasan kriminal lainnya dan materi yang diterima peserta didik menjadi pemikiran yang berkarakter dalam rangka mempersiapkan diri menempuh kedewasaan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat terbatas serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), “Saya melihat anak-anak sangat banyak menerima manfaat dari JMS, dan kami siap jika ada kesempatan lagi untuk dilanjutkan terus,” harapnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015.

Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan salah satu bentuk langkah strategis dalam mendukung terwujudnya revolusi karakter bangsa sebagaimana tercantum dalam rangka Agenda Pembangunan Nasional (Nawa Cita) cita ke-delapan “Melaksanakan Revolusi Karakter Bangsa”.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan lanjutan dari janji Presiden/Wakil Presiden Republik Indonesia yang meminta Kejaksaan Republik Indonesia untuk melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan penerangan dan penyuluhan hukum.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here