Dinsos Toraja Utara : Copot Stiker Keluarga Penerima Manfaat Dianggap Mundur

1982
0
Pemasangan stiker penerima PKH di Kelurahan Nonongan, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Selasa (25/2/2020).

Updatekareba.Com, Toraja – Pemkab Toraja Utara mengingatkan bagi warga yang menolak rumah mereka ditempel stiker sebagai keluarga prasejahtera, bisa dianggap mengundurkan diri dari kepesertaan keluarga penerima manfaat (PKM) program keluarga harapan (PKH).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Toraja Utara, Yola Rangga Papalangi, dalam acara sosialisasi penempelan stiker PKH di Kelurahan Nonongan, Kecamatan Sopai, Selasa (25/2/2020) mengatakan apabila warga menolak pemasangan stiker artinya menolak verifikasi dan validasi.

”Kalau tidak mau ditempel berarti bisa dicoret,” kata Yola Rangga Papalangi.

Saat ini, Pemkab Toraja Utara memulai pemasangan stiker. Pemkab akan menandai warga prasejahtera sekaligus proses verifikasi dan validasi data lapangan. Mereka yang menolak stikerisasi berarti menghilangkan verifikasi dan validasi data.

Sejak rencana stikerisasi itu diluncurkan pertengahan tahun lalu, warga yang sudah mundur sekitar sembilan kepala keluarga dari berbagai wilayah Toraja Utara.

Mereka mundur dengan membuat surat pernyataan sehingga rumah mereka tidak lagi ditempelkan stiker. Untuk mengantisipasi kemungkinan konflik atau penolakan stiker, Pemkab akan menggandeng Polri dan TNI serta tim Kelurahan/Lembang(Desa).  Keterlibatan aparat keamanan tidak masalah sebab di tingkat pusat sudah ada MoU dengan Kementerian Sosial.

Persiapan lainnya, lanjut Yola berupa sosialisasi di semua wilayah kecamatan. Sosalisasi per kawedanan sudah dilaksanakan dua pekan lalu. Tinggal sosialisasi pemerintah Lembang/Kelurahan ke warganya.

Dalam stiker akan ada penjelasan keluarga penerima dari jenis keluarga penerima manfaat (PKM), program keluarga harapan (PKH), hingga bantuan pangan nontunai (BPNT) lainnya.

Dengan penyaluran yang transparan, diharap seluruh lapisan masyarakat bisa mengontrol kelayakan KPM yang menerima bantuan. Paling tidak bagi KPM yang merasa sudah mampu dengan sendirinya mengundurkan diri karena malu jika rumahnya ditempel stiker tanda khusus penerima bantuan sosial.

‘’Kami Dinsos hanya menjalankan perintah sesuai arahan Kemensos (kementerian sosial, red),’’ tutup Yola.

Sementara dua warga penerima PKH di Kecamatan Sopai, Agustina Tando (60), Hasbiaty (24) menyatakan tidak keberatan dan tidak malu dipasangi stiker.

“Keadaan keluarga kami sudah kenyataan hidup ala kadarnya, dan bantuan ini sangat bermanfaat, kami tidak malu dipasangi stiker,” kata Agustina dan Hasbiaty, saat ditemui seusai rumah mereka dipasangi stiker penerima PKH ini.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here