Dua Ketua Golkar Di Toraja Target Cawabup Di Pilkada 2020, Ketum Golkar Prioritaskan

742
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Dua Ketua DPD II Partai Golkar di Toraja target Calon Wakil Bupati pada Pilkada serentak tahun 2020, tanggal 23 September 2020 mendatang.

Kedua Ketua Golkar ini yakni Frederik Victor Palimbong sebagai Ketua DPD II Golkar Toraja Utara, dan Victor Datuan Batara sebagai Ketua DPD II Golkar Tana Toraja.

Frederik Victor Palimbong saat dihubungi, Senin (20/1/2020) mengatakan DPP Partai Golkar memberikan isyarat bahwa posisi tersebut akan diberikan kepada kader internal. Artinya, ada kemungkinan Golkar mengusung pasangan kader- non kader pada Pilkada Toraja Utara mendatang.

Meski ada sinyal tersebut, namun Dedi Palimbong (sapaan Ketua Golkar Toraja Utara) tetap ingin mendengarkan aspirasi Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD) Partai Golkar se-Kabupaten Toraja Utara. Masukan dari pengurus, akan sangat menentukan calon Bupati yang didampingi dalam Pilkada serentak 2020.

“Masukan dari pengurus, akan sangat menentukan apakah calon Bupati dari kader Partai Golkar atau kader partai lain, semuanya masih berproses,” kata Dedi Palimbong.

Ada dua calon Bupati yang disebut-sebut tertarik dengan sosok Dedi Palimbong yakni Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan yang juga berstatus incumbent, dan Petrus Tangke Rombe.

Selanjutnya Victor Datuan Batara yang diisukan tetap berpasangan dengan Incumbent Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, merasa optimis, Partai Golkar bisa tampil sebagai pemenang pada Pilkada Tana Toraja mendatang. Namun kemenangan yang di depan mata itu bisa saja sirna, apabila salah menentukan figur.

“Jadi dibutuhkan pertimbangan matang untuk menentukan yang saya dampingi, sehingga makin mematangkan keyakinan akan kemenangan kita di Tana Toraja ini,” tegasnya.

Victor yang juga Wakil Bupati Tana Toraja ini tak menampik, jika Partai Golkar memiliki stok kader yang mumpuni. Namun demikian, pihaknya tetap membuka keran koalisi, sebagaimana arahan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid.

“Kader kita di Golkar juga ada. Tetapi ruang koalisi juga tidak tertutup kemungkinan, sebagaimana disampaikan Pak Ketua DPD Golkar DPD I. Jadi kita akan dengar semua masukan dari pengurus tingkat bawah, dan mempertimbangkan wilayah calon wakil bupati,” tandas Victor.

VDB tagline dari Ketua Golkar Tana Toraja ini mengingatkan semua kader dan simpatisan serta keluarga besar Partai Golkar di Tana Toraja, untuk terus bekerja keras dan tidak terlena dengan kemenangan Partai Golkar Tana Toraja pada semua hajatan politik sebelumnya.

“Harus terus saling mengingatkan untuk menjadi semangat kerja semua tim di lapangan. Karena dalam Pilkada itu selalu ada blunder, jadi usahakan untuk minimalisir blunder itu,” tutur mantan Kapolres Tana Toraja ini.

Untuk Pilkada serentak di Toraja Utara Partai Golkar harus berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mencalonkan Bupati dan Wakil Bupati, dan untuk Pilkada di Tana Toraja Partai Golkar dapat berdiri sendiri mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati sendiri.

Di Toraja Utara Partai Golkar diisukan berkoalisi dengan PDIP dan PKPI, untuk Tana Toraja Partai Golkar diisukan berkoalisi dengan Partai Nasdem.

Informasi yang diterima redaksi Updatekareba.Com dari berbagai lembaga survei yang sudah melakukan survei di Kabupaten Tana Toraja, paket Nico – Victor (NiVi) jilid dua berpeluang besar menang dalam Pilkada setentak, hanya jika paket ini dipisahkan akan kecil peluang menang dalam Pilkada.

Sementara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun menegaskan prioritas yang diberikan kepada para Ketua DPD tingkat I dan II Golkar untuk maju pada kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.

“Partai Golkar memberi prioritas untuk ketua-ketua DPD tingkat I, tingkat II yang mempunyai elektabilitas untuk diusung dalam pilkada,” katanya, di sela Rapimnas Partai Golkar, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam waktu dekat, kata dia, tepatnya 2020 akan diselenggarakan pilkada serentak di 270 daerah sehingga perlu penyiapan strategi untuk memenangkan kompetisi itu.

Airlangga menegaskan seluruh jajaran pengurus Golkar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk membantu dan mendorong kader sendiri untuk memenangi pilkada.

“Kita tidak akan memberatkan kader sendiri. Tidak ada mahar-maharan,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Selain itu, Airlangga juga mendorong kaderisasi sehingga muncul kaum-kaum muda sebagai generasi milenial yang akan menjadi penerus partai.

“Kita harus mendorong kaderisasi dan legitimasi. Kaum muda semakin berperan penting, bukan hanya pemilu, tetapi dinamika kebijakan ke depan,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here