FRANS KARANGAN: LAHIR, HIDUP DAN MATI UNTUK TORAJA Oleh: Dr. dr. SISWANTO PABIDANG, SH MM

216
0

Updatekareba.Com, Toraja – Sosok Brigjen TNI (Purn) Frans Karangan bagi Toraja bukan hal asing lagi. Perjuangannya nyata dan dapat ditelusuri dari berbagai sumber. Dia berjuang buat Tondoknya Toraja dan juga bagi Bangsa dan Negara Indonesia.

Frans Karangan nama lengkapnya adalah Mesach Frans Karangan, lahir dari pasangan Bapak Karel Bassang Karangan dan Ibu Lai’ Rupang di Rantepao, 12 Mei 1927 dan wafat dalam usia 67 tahun pada tanggal 23 Juli 1994 dan dimakamkan di TMP Buntu Lepong sesuai permintaannya, meskipun layak dimakamkan di TMP Kalibata.

Perjuangan Frans Karangan untuk Tondoknya Toraja adalah ketika ada usaha-usaha dari sekelompok pasukan yang akan menguasai Toraja sehingga dengan strategi dan semangat tinggi dipimpinnya pasukannya untuk mempertahankan Toraja dan dengan keberanian tiada tara pasukan lawan dapat diusir dari Toraja. Sedangkan perjuangan Frans Karangan untuk Bangsa dan Negara Indonesia adalah turut menghadapi gangguan keamanan oleh DI/TII dan gerakan pemberontakan PERMESTA.

Perjuangan, kegigihan, keberanian, tanpa pamrih, menegakkan keadilan dan kedaulatan Tondok dan Negaranya bahkan pertaruhan nyawa Frans Karangan ini menjadi kesan tersendiri dan mengilhami kita generasi sekarang. Selain itu sikap dan perilakunya yang hidup sederhana, tidak mengejar jabatan, serta kebaikannya dengan istilah “penaa melona Nek Karangan” menandakan hati yang tulus dan mulia. Semuanya itu patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, siapapun kita selagi masih disebut Toraja agar menyadari bahwa lahir, hidup dan matinya Frans Karangan untuk Toraja semata. Tidak ada sekat meskipun Toraja sebagai pemerintahan telah dibagi-bagi. Itulah perjuangan sejati dari Frans Karangan.(*/UK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here