Gerakan Millenial SangTorayan dan pemuda Toraja di Kalimantan Bersiap Hadapi New Norwal

342
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Gerakan Milenial SangTorayaan kembali menyelenggarakan Diskusi Online dengan pemuda mahasiswa Toraja, Sabtu (30/05/2020) kemarin.

Kali ini pemuda dan mahasiswa Toraja se-Kalimantan disatukan dalam sebuah ngobrol virtual membahas tentang “Kesiapan Milenial Toraja Menghadapi Era New Normal di Kalimantan”.

Kegiatan ini dimoderatori Firmes Nosioktavian (mahasiswa pascasarjana S2 Kebijakan Publik, Manajemen SDM Aparatur STIA LAN) dan dihadir pimpinan-pimpinan mahasiswa dan pemuda di kota-kota se Pulau Kalimantan. Hadir di antaranya, Ricksen Rony (Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga IKAT Nunukan), Septiawan Nelvian (Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Toraja Banjarmasin/IKMATOB), Ferdi Toding (Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Toraja/IKMAT Samarinda), Rafli Rissing (Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Toraja/IMT Sangatta), Jivon Permana Katirra (Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Toraja Balikpapan/IMTB), Ari Gunadi Palilu (Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Kerukunan Keluarga Toraja dan Luwu/KKTL di Palangkaraya), dan Trieser Tandi Datu (Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Toraja/IKMAT Tarakan). Sedangkan dari Gerakan Milenial SangTorayaan, hadir Alan Christian Singkali sebagai pemantik diskusi.

Diskusi terkesan hidup dengan berbagai perspektif yang dimunculkan terkait tema yang dibahas. Beberapa secara tegas menyatakan kesiapan untuk memasuki era New Normal, namun ada juga yang masih pesimis akan kesiapan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

GMS melalui Alan menyampaikan tiga hal yang harus disiapkan oleh milenial untuk mengisi New Normal, yaitu Gerakan Digital, Gerakan Entrepreneurship, dan Gerakan Filantropis. Lebih jauh dijelaskan bahwa aktivitas milenial di masa New Normal perlu untuk menawarkan solusi yang produktif agar kehidupan terus berlanjut. “Aksi sosial filantropis dan kewirausahaan akan menjadi isu yang menarik anak muda di masa-masa yang akan datang, dan tentunya akan dioperasikan melalui teknologi digital. Peluang-peluang ini perlu ditangkap oleh milenial Toraja dan Generasi Milenial SangTorayaan hadir untuk menjawab itu,” tegasnya.

Septiawan menghimbau agar pemuda dan mahasiswa lebih proaktif dalam mendukung upaya pemerintah untuk menjelaskan bahaya pandemi dan langkah-langkah menuju New Normal.

“Masyarakat Banjarmasin memiliki jiwa sosial tinggi sehingga penting untuk saling memberi peran dalam mengatasi pandemi, antara lain sosialisasi, dan lain-lain,” tandasnya.

Rafli menimpali bahwa gotong royong dan disiplin masyarakat adalah kunci kesuksesan New Normal, “suka tidak suka, mau tidak mau kita pasti akan melaluinya, kesehatan itu penting, begitu juga dengan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Trieser Tandi menambahkan bahwa dengan adanya protokol kesehatan yang ketat, New Normal akan kita lalui dengan baik. Begitupula yang disampaikan oleh Ari Palilu, menurutnya peran penting generasi muda untuk mendukung pemerintah dalam melakukan sosialisasi edukasi kepada masyarakat.

“Generasi muda memiliki ketangguhan, kecepatan, kecerdasan, serta potensi inovasi untuk mendukung kebijakan pemerintah”, lanjutnya.

Ricksen menitikberatkan tentang penciptaan peluang di masa New Normal, karena banyak masyarakat Toraja di Kalimantan yang bekerja sebagai petani dan peternak.

“Modernisasikan pertanian dan peternakan dan ciptakan peluang bisnis”, ungkapnya dengan lugas.

Jivon dan Ferdi mengingatkan agar pemerintah agar lebih berhati-hati dalam menerapkan New Normal, mengingat kegagalan beberapa negara termasuk Korea Selatan.

“Masyarakat harus terus diedukasi terkait perubahan sosial budaya, gaya hidup, dan pemanfaatan teknologi menghadapi New Normal,” tutup Jivon.

Hadir juga dalam Diskusi Online ini, pemuda Toraja di Kutai Kartanegara, Tanjungselor, dan lain-lain serta para senior yang senantiasa mendukung kegiatan milenial Toraja.

Kegiatan ini adalah webinar dan diskusi online yang ke-5 dilakukan oleh Gerakan Milenial SangTorayaan selama masa pandemi. Kegiatan diskusi tersebut antara lain bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, bersama mahasiswa Toraja se-Pulau Jawa, bersama mahasiswa Toraja pascasarjana, bersama pemerhati Toraja International Airport, dan terakhir bersama pemuda dan mahasiswa se-Kalimantan.

Kegiatan-kegiatan ini akan terus dilakukan dalam masa-masa pandemi dan New Normal untuk menghubungkan Milenial Toraja di berbagai tempat, dan tentunya untuk menemukan solusi-solusi bagi milenial di masa depan.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here