Harapan Warga Rantebua Kepada Ombas – Dedi Dalam Memimpin Toraja Utara

1208
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Harapan baru untuk kesekian kalinya hadir dengan dilantiknya Bupati Toraja Utara yang baru, bagi salah satu daerah yang selama ini mendaptkan diskriminasi pembangunan yang tidak merata dan termarjinalkan tak lain adalah Daerah Bokin Pitung Penanian di kecamatan RanteBua.

Bagaimana tidak setiap ajang pesta politik electoral selalu bermunculan janji, slogan dan jargon kerakyatan serta pembangunan berkeadilan dari para elit politik untuk masyarkat toraja utara tidak terkecuali warga Daerah Bokin Pitung Penanian di kecamatan RanteBua, baik itu dalam Pemilihan Kepala Daerah maupun Pemilihan Anggota Legislatif.

Hal inilah yang kemudian mendorong masyarakat Bokin Pitung Penanian tanpa terkecuali untuk ikut terlibat mengambil peran dalam pesta politik itu dengan memberikan Hak suara mereka untuk menentukan siapa pemimpin daerah dan wakil mereka di Legislatif yang dinilai bisa memabawa kesejahteraan bagi daerah Tersebut.

Harapan yang sama juga hadir 12 tahun yang lalu ketika Toraja Utara berpisah dari kabupaten induknya, asumnsi yang dibangun dan menjadi ibu kandung pemekeran saat itu tidak lepas dari masalah pendekatan pelayanan public, pemeretaan keadilan pembangunan untuk peningkatan kesejahteran masyarakat Toraja utara.

Namun bagi masyarakat Bokin Pitung Penanian baik itu cita-cita pemekaran maupun janji-janji politik para elit saat berkompetisi bak jauh panggang dari api.

Ketika melihat realitas wajah Daerah Bokin Pitung Penanian dari dulu sampai sekarang belum ada anda-tanda kemajuan dari segala sektor, bisa diakatan masyarakat Bokin belum sama sekali merasakan manisnya pembangunan.

Infrastruktur sebagai salah instrument penting dalam menunjang roda perekonomian dan pelayanan public pemerintah untuk peningkatan Kesejahteraan masih sangat jauh dari harapan Masyarakat.

Di daerah ini juga terdapat PT. Toarco Jaya sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar di Toraja bahkan di Sulawesi-selatan, yang sudah beroperasi 40 tahun lebih. Keberadaan perusahaan Kopi terbesar seperti ini harusnya bisa menjawab persoalaan kesjehateraan masyarakat setempat.

Ujuk-ujuk kesejahteran, sumbangsih terhadap peningkatan pendidikan serta pembangunan seperti infrastruktur sama sekali tidak terlihat padahal akses jalan Bokin Pitung Penanian menjadi akses utama transportasi PT. Toarco jaya untuk mendistribusi hasil produksi mereka.

Tak hanya itu tanggung jawab social perusahaan yang lain pun sama sekali tidak terlihat.

Hal ini menunjukkan bahwa PT. Toarco jaya yang beroperasi di daerah ini hanya melakukan aktivitas eksploitatif dan dominasi penguasan lahan perkebunan yang sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Kami sebagai masyarakat Bokin Pitung Penanian berharap pemerintahan yang baru ini benar-benar merealisasikan pembangunan yang berkeadilan, merata, tidak diskriminatif dan pro rakyat terlebih khusus bagi daerah bokin.

Oleh karena itu mewakili masyarakat, pemuda dan mahasiswa Bokin Pitung Penanian meminta agar:

1. Pemerintahan yang baru Memprioritaskan pembangunan Infrastruktur sebagai instrument penting dalam menunjang roda perekonomian dan pelanyanan public di Daerah Bokin Pitung Penanian.

2. Pemerintahan yang baru Mengevaluasi keberadaan PT. Toarco Jaya sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar yang sudah beroperasi di Wilayah Bokin sejak 40 Tahun yang lalu namun sama sekali belum memberikan sumbangsih pembangunan terhadap wilayah Bokin Pitung Penanian.

3. Mengajak seluruh masyarakat Bokin Pitung Penanian untuk mengawal kinerja Pemerintah, Para Perwakilan kita di Legislatif yang selama ini dinilai kurang produktif untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah Bokin Piung Penanian. Masyarkat harus bangkit dan kritis terhadap Pemerintahan dan Perwakilan Di Legistlatif yang lalai dalam tugasnya. (*)

(*) ; Wahyu Pratama (Pemuda Bokin/Aktivis FORMAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here