Hari Bumi 2020, Wabup Toraja Utara Dan Anggota DPR RI Lakukan Penanaman Pohon Gaharu

447
0
Wabup Toraja Utara Yosia Rinto Kadang dan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Eva Stevany Rataba, lakukan penanaman di Hari Bumi ke-50, Rabu (22/4/2020).

Updatekareba .Com, Toraja – Kemampuan bumi dalam menjaga keseimbangannya makin terdegradasi. Salah satu tandanya yakni anomali (penyimpangan) cuaca yang disebabkan pemanasan global, ekosistem alam yang rusak dan modernisasi hidup.

Warning tersebut disampaikan Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, saat Peringatan Hari Bumi di Lembang Basokan, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2020).

“Ada hal yang harus disadari (anomali cuaca) yang disebabkan kacaunya siklus kesimbangan alam (siklus air, nitrogen, karbon dan lainnya), sehingga harus ada aksi nyata seperti peduli lingkungan,” kata Yosia Rinto Kadang.

Dalam peringatan hari bumi internasional yang ke-50. Melalui Earth Day Network, tema yang diusung tahun ini yaitu mengenai “aksi iklim” dengan harapan komitmen seluruh warga dunia untuk tetap menjaga bumi.

“Mengingat perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi masa depan ditambah wabah COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi tidak menjadi alasan untuk berhenti merawat bumi. Di saat self quarantine atau social distancing ini kita dapat memberi sumbangsih sederhana sebagai wujud kepedulian terhadap bumi,” ungkap Rinto.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Toraja Utara untuk lebih menjaga kelestarian alam. Cara mudah yang dilakukan yakni dengan menanam pohon, memilih dan memilah sampah.

“Serta memanfaatkan lahan atau pekarangan menjadi Ruang Terbuka Hijau sebagai sumur resapan alami. Karena pohon adalah agen bumi yang bertugas menetralkan zat-zat pencemar, dan memproduksi oksigen. Makin banyak pohon, makin cepat pulih lingkungan yang rusak,” katanya.

Dalam peringatan hari bumi tahun ini Wabup Rinto bersama Anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba, dan KPH Saddang II dilakukan sederhana dengan melakukan penanaman pohon Gaharu.

Juga diserahkan bantuan bibit kacang termahal didunia yakni Kacang makademia oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem dan Wabup Toraja Utara kepada Kelompok tani bendan dirannuan
Lembang Basokan, yang diterima langsung ketuanya, Daniel Marenden.

Sementara Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Eva Stevany Rataba, mengungkapkan kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang akan tetapi kita meminjamnya dari anak cucu.

” menjadi renungan yang perlu tindakan nyata. Kita menyadari bahwa bumi semakin tua ditambah beban yang harus diemban. Banyak polusi, sampah menumpuk, dan iklim yang mulai ekstrem menjadi peringatan untuk mawas diri. Bumi perlu perhatian, perawatan, dan peran nyata untuk memulihkan keadaan,” ucap Eva Stevany Rataba.

Hari Bumi pertama di peringati pada 22 April 1970 dengan memobilisasi jutaan warga Amerika Serikat (AS) untuk melindungi Planet Bumi. Saat itu sekitar 20 juta orang Amerika atau sekitar 10 persen dari populasi AS turun ke jalan, pihak kampus dan ratusan kota ikut memprotes pengabaian lingkungan dan menuntut langkah maju baru bagi Planet Bumi.

Perayaan Hari Bumi saat itu menjadi tonggak berlakunya undang-undang lingkungan hidup di Amerika Serikat, termasuk udara bersih, air bersih dan penyelamatan keanekaragaman hayati terancam punah. Banyak negara segera mengadopsi undang-undang serupa.

PBB juga memilih Hari Bumi, 22 April 2016, sebagai hari penandatanganan Kesepakatan Paris atau Paris Agreement guna mengatasi pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim.

Sekitar 50 anak muda dari 16 negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, yakni Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Maldives, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Thailand, Timor-Leste and Vietnam, akan menunjukkan apa yang telah mereka lakukan untuk lingkungan.

Termasuk di antaranya melindungi keanekaragaman hayati, menaikkan tutupan hijau, membantu manajemen sampah, bergerak untuk zero waste, melindungi Sumber Daya Alam yang berharga dan mendidik mereka yang kurang beruntung.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here