Hari Ini BMKG Prediksi Angin Monsun akan Melintas di Sulsel, Termasuk Di Toraja

1305
0
Logo BMKG

Updatekareba.Com, Toraja – Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika prediksi angin monsun akan melintas di Selawesi Selatan. Angin monsun perkirakan melintas sekitar tanggal 10-12 Januari 2020.

Kasubdit Pelayanan Bidang dan Jasa BMKG Wilayah IV Siswanto mengatakan, posisi angin monsun asia saat ini antara 0 derajat hingga 5 derajat khatulistiwa sampai 5 derajat lintang utara. Pergeserannya saat ini dari Selat Kalimantan dan akan berjalan menuju ke Sulsel.

“Fenomena angin monsun asia ini disebabkan karena adanya pergerakan massa udara basah (MGO) di Samudera Hindia yang mengarah di wilayah Timur Indonesia, dan saat ini berada di bagian tengah atau di wilayah Sulsel,” kata Siswanto, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, angin monsun asia ini mengakibatkan pertumbuhan awan yang sangat intens dan mempengaruhi kecepatan angin cukup ekstrim hingga 31 knot. Saat ini sudah ada di Selat Kalimatan,

“Mulai berjalan menuju tengah. Puncak posisinya di Sulsel itu pada 10 hingga 12 Januari mendatang yang berakibat terjadi curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi banjir maupun longsor,” ujar Siswanto.

Konsentrasi lintasan angin monsun asia ini, kata dia, berdampak di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Pinrang, Kota Parepare dan Kabupaten Barru. Dampak dari hal ini akan terjadi peluang banjir yang cukup besar.

“Saat ini perkiraan BMKG berdasarkan pengembangan terkonsentrasi di tiga daerah. Hanya saja kami mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota lainnya di Sulsel tetap melakukan langkah antisipasi karena di waktu itu terjadinya hujan akan merata,” ujar Siswanto.

Dari rilis Stasiun Meterologi Klas IV Bandara Pongtiku Toraja, mnjelaskaMonsun Asia dan MJO (Maden Julian Oscilation) aktif berdampak Curah Hujan meningkat di wilayah KabupatenTana Toraja dan Toraja Utara pada awal Januari 2020.

Hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang masih terjadi di Wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara pada awal bulan Januari 2020 ini.

Curah hujan tercatat di Stasiun Meteorologi Pongtiku Tana Toraja hingga tanggal 08 Januari 2020 adalah 66.4 mm / 8 Hari Hujan.

Hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan MJO (Maden Julian Oscilation) fase basah terpantau aktif dan kuat pada kuadran 4 dan 5 (Maritime Continent) yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk di wilayah Toraja, dan diperkirakan melemah pada pertengahan bulan Januari 2020.

Pola tekanan tinggi di Belahan Bumi Utara (BBU) 1022 hPa dan meningkatnya pola tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) 996 Hpa mengindikasikan
terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator termasuk wilayah Toraja yang berada di 3 derajat Selatan ekuator.

Kepala Stasiun Meterologi Klas IV Bandara Pongtiku, Burhanuddin, menyampaikan peningkatan curah hujan pada awal bulan Januari 2020 di wilayah Tana toraja dan
Toraja Utara dipengaruhi oleh MJO fase basah dan peningkatan aktifitas Monsun Asia yang bersifat basah.

“Himbauan agar selalu waspada selama sepekan kedepan karena hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin juga menyampaikan untuk selalu waspada terhadap bencana yang mungkin terjadi yaitu Tanah longsor, wilayah Toraja dengan topografi berada di dataran tinggi, dengan hujan yang terjadi sepanjang hari akan menyebabkan melemahnya struktur tanah
sehingga rawan terjadinya longsor.

“Sambaran Petir, meningkatnya pertumbuhan awan cumulunimbus menyebabkan terjadinya hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Pohon Tumbang, awan cumulunimbus juga menyebabkan meningkatnya kecepatan angin yang menyebabkan pohon tumbang. Genangan air dan jalan licin”, tambah Burhanuddin.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG Toraja membuka
layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui telepon dan Whatsapp +628114209533.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here