Hari Perempuan Internasional 2021, Lily Salurapa : Jangan menunda pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

106
0
Anggota DPD RI, Lily Amelia Salurapa.

Updatekareba.Com, Toraja – Setiap Tanggal 8 Maret Seluruh Dunia memperingati Hari Perempuan Internasional International Women’s Day! sejarah panjang di gelorakan dimulai tahun 1908 di AS, mereka menyuarakan tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.

Tanggal 8 Maret kemudian diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1975.

Pada 2011, mantan Presiden AS Barack Obama menetapkan Maret sebagai ‘Bulan Sejarah Perempuan’.

Hari Perempuan Internasional juga dirayakan sebagai kampanye untuk mempercepat tercapainya kesetaraan gender.

Tahun ini, tema yang diusung Hari Perempuan Internasional tahun 2021 adalah ‘Choose to Challenge’ atau ‘Memilih untuk Menantang’.

Tema tersebut bermakna sebagai seruan kepada semua pihak untuk menantang dan menyerukan tentang bias dan ketidaksetaraan gender, serta merayakan pencapaian perempuan.

ini menjadi perhatian khusus dari Satu-satunya Senator Perempuan dari Sulawesi Selatan Lily Amelia Salurapa. Perjuangan kaum Perempuan dalam menghasilkan dan merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan secara global harus kita buatkan payung Hukumnya yang tertuang pada Pembahasan RUU P-KS

“RUU P-KS harus segera di bahas dan di sahkan dalam waktu dekat ini, mengingat RUU P-KS ini sudah masuk dalam Prolegnas 2021”. Tegas Lily kepada Media (8/3/2021)

Senator Asli Toraja yang juga Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) memandang RUU P-KS sebagai payung Hukum yang jelas dalam melindungi Perempuan di Indonesia. mengingat banyak kasus yang terjadi di Indonesia semua tertuju kepada kaum Perempuan.

“kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk keluarga atau bahkan atasan di kantor tempat bekerja, Nah kalau sudah seperti ini maka tidak ada alasan sebenarnya untuk menunda-nunda lagi pengesahan RUU P-KS”. Tegas Lily

Sudah saatnya RUU P-KS ini tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dikaji apabila dalam RUU P-KS masih terdapat bahasa yang menciptakan mispersepsi.

seperti kita ketahui RUU P-KS ini sudah masuk dalam Prolegnas Th 2020, akan tetapi di geser pada tahun 2021. ini dalam peringatan Hari Perempuan Internasional ini. langkah terbaik supaya RUU P-KS ini dapat di Sahkan.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here