HUT RI Ke-74 ; Baru Satu Pejuang Toraja Diakui Jadi Pahlawan Nasional, Bagaimana Dengan Pejuang TOPADATINDO ?

1042
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Sebagai bekas daerah jajahan, hampir seluruh daerah di Indonesia memilik rekam jejak perjuangan para tokoh dan masyarakatnya. Tak terkecuali di Toraja, ada banyak tokoh pejuang di daerah ini. Namun tak banyak yang diakui sebagai pahlawan nasional.

Bagi warga Toraja, nama-nama seperti Pongkalua’ dari Pata’Padang, Patana’, mangape tambunan,Tumbang Datu Balik Bokko, Pong Karasiak, Madandan, Pong Songgoilimbu lammai Limbu dan masih banyak dari wilayah lain dalam lingkup lepongan bulan, adalah sederet nama pejuang sekaligus pahlawan, khususnya pada masa kolonial Belanda.

Nama-nama tersebut silih berganti dari masa ke masa hingga masa kemerdekaan. Bersama warga, mereka berjuang bahu membahu demi lepas dari jeratan penjajahan. Namun dari sederet nama itu, baru nama Pongtiku yang diakui secara resmi sebagai pahlawan nasional dari Toraja.

Lantas, kenapa nama-nama lain tak kunjung diakui sebagai pahlawan nasional? Padahal, nama-nama tersebut sudah lama diabadikan di sejumlah daerah di Toraja.

Aktivis Pemuda Toraja Yulius Dakka, mengatakan ada juga pahlawan yang tidak dimakamkan dalam makam pahlawan, tapi peran mereka sama dengan pahlawan yang dimakamkan didalam taman makam pahlawan, misalnya para pahlawan yang tergabung dalam “TOPADATINDO”

“Hal ini belum pernah secara khusus di berikan penghargaan oleh kedua Pemda (Pemda Tana Toraja dan Pemda Toraja Utara) kita, padahal setuap wilayah mempunyai pejuang Topadatindo,” kata Yulius Dakka.

Yulius Dakka menceritakan menurut informasi yang ia dapatkan dari orang tua bahwa kurang lebih ada 42 wilayah kala itu yang mengirimkan perwakilannya untuk datang bermusyawarah dan bermufakat di Pata’ padang, tepatnya di Buntu Manggayo untuk melawan ekspansi tentara Bone
(tentara Aru palakka dari Bone).

“Hal ini perlu di ekspos agar kalangan milenial tahu bahwa betapa susah para pejuang kita dahulu mempertahankan sejengkal demi sejengkal tanah ini,” ungkap Dakka.

Dakka pun menambahkan anak milenial tidak perlu lagi mengangkat senjata untuk mengisi kemerdekaan ini, mereka cukup dengan belajar dengan baik, hindarin pergaulan bebas dan Narkoba.

“maka saya yakin masa depannya akan cerah secerah cuaca toraja sekarang ini”, tambah Dakka.

Dakka yang juga politikus muda Partai Golkar ini juga menyoroti soal pemeliharaan Taman Makam Pahlawan Buntu Lepong dan mengusulkan adanya Dinas Pertamanan yang salah satu tugas pokognya adalah merawat taman makam pahlawan

“Lihat negara – negara maju, taman makam pahlawannya terawat karena mereka sadar akan peran para pahlawan dalam memperthankan wilayah yang sekarang kita nikmati,”ucapnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here