Ini 5 Hal Yang Akan Dilakukan Jokowi – Ma’ruf Setelah Dilantik Menjadi Presiden Dan Wapres RI

280
0
Presiden dan Wapres RI ( periode 2019 -2024), Jokowi - Ma'ruf.

Updatekareba.Com, Jakarta – JokoWidodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, Jokowi-Ma’ruf resmi menjadi RI-1 dan RI-2 periode 2019-2024.

Pengucapan sumpah berlangsung saat sidang paripurna MPR RI di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Jokowi mengucapkan sumpah terlebih dahulu, baru diikuti oleh Ma’ruf Amin.

Jokowi berdiri dari kursinya dan mengucapkan sumpah, begitu pula dengan Ma’ruf Amin. Wapres 2014-2019, Jusuf Kalla, menyaksikan prosesi pengucapan sumpah.

“Bismillahirrahmanirrahim. Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Jokowi.

Setelah itu, Ma’ruf juga mengucapkan sumpah sebagai Wakil Presiden RI. Dengan ini, Jokowi-Ma’ruf resmi menjadi Presiden-Wapres 2019-2024. Keduanya juga menandatangani berita acara pelantikan.

Sidang paripurna pelantikan Jokowi-Ma’ruf ini dihadiri oleh 16 pejabat dari berbagai negara, mulai kepala negara hingga utusan. Pejabat dalam negeri juga hadir, termasuk Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir pula rival Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dalam Pidato Kenegaraan pertama setelah dilantik, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan lima hal yang akan dilakukan selama lima tahun kedepan bersama Wapres RI, Ma’ruf Amin.

Sebelum mengakhiri pidatonya, Jokowi mengajak saudara-
saudara sebangsa dan setanah air untuk bersama- sama berkomitmen

“Pura babbara’ sompekku…
Pura tangkisi’ golikku…”
“Layarku sudah terkembang…
Kemudiku sudah terpasang…”

Berikut kutipan pidato kenegaraan Jokowi, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan:

Pertama, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengundang talenta-talenta global
bekerja sama dengan kita. Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting
dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.

Kedua, pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita
pangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM.

Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi.

Keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk
penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasiyang panjang harus kita pangkas.

Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan
menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi. Saya juga minta kepada para menteri, para pejabatdan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak
serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot.

Yang kelima adalah transformasi ekonomi. Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yangmempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here