Ini Capaian Kinerja Kejati SulSel Di Tahun 2021

247
0
Handover (Penerangan Hukum Kejati SulSel)

Updatekareba.Com, Makassar – Mencermati banyaknya informasi yang beredar terkait data penyelidikan dan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan beserta jajaran satker untuk tahun 2021, baik di media pemberitaan maupun sosial media, yang menerangkan terkait jumlah maupun kondisi penanganan perkara yang pada pokoknya menyebutkan banyak diantaranya yang tidak berjalan atau mandek, pihak Kejati SulSel melaui Penereangan Hukum Kejati Sulsel merilis secara resmi terkait hal

” Informasi valid dan  yang  dapat  dipertanggungjawabkan  terkait  jumlah  maupun  kondisi penanganan perkara oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan beserta jajaran hanya dapat diperoleh melalui Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,’ kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan melalui Asisten Tindak Pidana Khusus, Roch Adi Wibowo, SH, MH, dalam rilis persnya, Sabtu (1/1/2022).

Data penanganan Perkara untuk tahun 2021 sebelumnya telah dirilis oleh Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Desember 2021, dan data tersebut sangat berbeda dengan data yang baru-baru ini beredar di media pemberitaan maupun sosial media, sehingga dapat kami pastikan bahwa data tersebut (yang bukan bersumber dari Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan) merupakan data yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk meluruskan kembali fakta  terkait  jumlah  penanganan  perkara  yang ditangani oleh Kejaksaan  Tinggi Sulawesi  Selatan  beserta  jajaran maka  bersama  ini kami rilis  kembali capaian kinerja penanganan tindak pidana korupsi untuk tahun 2021 sebagai berikut :

1. Jumlah Penyelidikan sebanyak 83 perkara.

2. Jumlah perkara yang ditingkatkan ke Penyidikan sebanyak 78 perkara.

3. Jumlah Penyidikan yang ditingkatkan ke tahap Penuntutan sebanyak 84 perkar

4. Nilai aset dan uang yang merupakan dan atau diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi yang dapat dikuasai kembali dari hasil kegiatan penyelidikan maupun penyidikan sebesar Rp. 29.830.101.527,78 (dua puluh sembilan miliar delapan ratus tiga puluh juta seratus satu ribu lima ratus dua puluh tujuh koma tujuh puluh delapan rupiah).

5. Eksekusi badan dilakukan terhadap 98 terpidana.

6. Eksekusi uang pengganti sebesar Rp. 3.928.630.179,- (tiga miliar sembilan ratus dua puluh delapan juta enam ratus tiga puluh ribu seratus tujuh puluh sembilan rupiah).

“Bahwa dengan kendala atau hambatan yang ada dan berbeda untuk setiap perkara, tidak satupun perkara  yang   ditangani  yang   tidak   berjalan   ataupun  mandek,   oleh   karena penanganan perkara secara rutin dan berkala dilakukan supervisi, baik secara internal (oleh Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung) maupun eksternal (oleh Komisi Pemberantasan Korupsi),” ungkap Roch Adi Wibowo.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan selalu menjunjung prinsip keterbukaan dan transparansi dalam pemberian informasi kegiatan, khususnya terkait penanganan perkara, namun tetap berpegang pada batasan yang diatur oleh ketentuan perundang-undangan, peraturan kelembagaan dan tidak kalah pentingnya memperhatikan strategi penanganan yang dibutuhkan disetiap penanganan perkara.

“Kejaksaan Tinggi   Sulawesi   Selatan   juga   tentunya   senantiasa   menghargai   bahkan membutuhkan setiap kritik dan saran dalam rangka perbaikan dan peningkatan kinerja khususnya dalam pelaksanaan fungsi dan tugas penegakan hukum, namun kritik dan saran tersebut hendaknya dalam koridor norma dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, menghindari penggiringan opini yang tidak benar apalagi penyebaran berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” pesn Roch Adi dalam rilis Penerengan Hukum Kejati Sulsel ini.(rls)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here