Ini Hasil Kerja BNNP SulSel Dalam Tahun 2020

309
0
Handover (Humas BNNP SulSel).

Updatekareba.Com, Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Press Reales Akhir Tahun 2020 untuk menyampaikan informasi kepada publik secara transparansi serta pertanggungjawaban kegiatan untuk seluruh masyarakat tentang berbagai pencapaian kinerja BNNP Sulsel selama tahun 2020.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Fungsional Konselor Adiksi Ahli Madya BNNP Sulsel Sudarianto,SKM.M.Kes., Pejabat Fungsional Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sulsel Ishak Iskandar,SKM.M.Kes serta seluruh rekan media elektronik, media online dan rekan media cetak, Jumat (18/12/2020).

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol.Drs.Ghiri Prawijaya,M.Th didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Sulsel Kombes Pol.Agustinus Sollu,SH.SS.M.Si serta Dirresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol.Hermawan,S.IK memaparkan tentang capaian kegiatan bidang pemberantasan dalam rangka menekan supply reduction, BNNP Sulsel bersama stakeholder terkait di tahun 2020 sepanjang bulan Januari sampai dengan Desember 2020, BNNP Sulsel telah mengungkap sebanyak berkas perkara Narkotika sebanyak 27 dengan 16 LKN, Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Sebanyak 1 Kasus, Sudah P21 sebanyak 16 berkas, 7 berkas perkara dalam proses sidik 2 berkas diversi dan 1 berkas SP3 serta Kasus-kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan 29 orang tersangka WNI.

Berdasarkan seluruh kasus Narkotika yang telah diungkap, BNNP Sulsel telah menyita barang bukti diantaranya Shabu sebanyak 1.973 gram, Ganja sebanyak 282 gram, Pil extacy sebanyak 4.623,5 butir dan Sintentis sebanyak 524 gram. Disamping pengungkapan tersebut, juga telah ditemukan New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengandung 4-Fluoro-MDMB-Butinaca yang merupakan golongan Syntethic Cannabinoid.

Dalam pencegahan, sampai dengan bulan Desember 2020, BNNP telah melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan Narkoba melalui,tatap muka kepada 9.685 orang yang meliputi Lingkungan pelajar sebanyak 1.633 pelajar, Lingkungan pekerja swasta/pemerintah sebanyak 996 orang, Lingkungan masyarakat sebanyak 7.056., Media luar ruang sebanyak 15.500, Media cetak 216.000, Media TV 36.000, Media Radio 30.000, Media Videotron 30.000 dan Branding informasi P4GN sebanyak 1.000 kegiatan.

Upaya lain dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba juga telah dibentuk penggiat anti narkoba seperti pada kalangan Instansi Pemerintah sebanyak 6 kelompok, Instansi Pendidikan sebanyak 16 kelompok, kelompok swasta sebanyak 5 kelompok serta pada kelompok masyarakat sebanyak 11 kelompok. Selanjutnya, sebagai rencana kedepan BNNP Sulsel akan lebih mendorong upaya pencegahan sebagai salah satu kunci dalam membebaskan Indonesia dari kondisi darurat Narkoba.

Sedangkan dalam upaya pemberdayaan masyarakat juga akan dijadikan sebagai salah satu langkah alternatif yang akan menjadi fokus dalam penekanan laju peredaran gelap Narkotika di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Tercatat hingga bulan Desember 2020 telah dilaksanakan pemberdayaan anti narkoba dilingkungan masyarakat sebanyak 210 penggiat, lingkungan pendidikan sebanyak 30 penggiat, lingkungan Instansi Pemerintah sebanyak 30 penggiat serta lingkungan swasta sebanyak 60 penggiat.

Sedangkan upaya deteksi dini penyalah guna Narkotika melalui tes urine, juga telah dilaksanakan dan tercatat dengan bulan Desember 2020 sebanyak 5.179 orang.

BNNP Sulsel juga terus berupaya melakukan pencegahan dan pemulihan bagi para pecandu dan penyalahguna dari ketergantungannya terhadap Narkotika. Tercatat dari Januari sampai dengan Desember 2020, penyalahguna narkoba di Sulawesi Selatan sebanyak 261 orang.

Klien tersebut direhabilitasi oleh BNNP Sulawesi Selatan bersama mitra sebanyak 239 orang klien dengan total yang dilayani BNNP Sulsel sebanyak 500 Klien.

Rehabilitasi bertujuan untuk mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika dan mengembalikan Fungsi sosial pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Dalam mengoptimalkan program P4GN, Badan Narkotika Nasional Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergitas dan kerjasama di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dengan beberapa institusi pemerintah, swasta dan komponen masyarakat serta upaya pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di beberpa Kabupaten/Kota.

Dengan keberhasilan dan pencapaian target yang telah diraih di tahun 2020 BNNP Sulsel berharap kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mampu bersinergi dan bersatu padu dalam rangka menyatakan “Perang Terhadap Narkoba” serta mampu menggalang seluruh kekuatan bangsa agar Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masa depan generasi millenial sebagai penerus bangsa dapat terhindar dari Bahaya Narkoba.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here