Ini Kinerja BNNK Tana Toraja Dalam Tahun 2020

188
0
Handover (Humas BNNK Tana Toraja)

Updatekareba.Com, Toraja – Mengakhiri Kinerja Tahun Anggaran 2020 BNNK Tana Toraja melakukan release akhir tahun untuk menyampaikan kepada publik atau masyarakat secara transparan kegiatan yang dilaksanakan BNNK Tana Toraja di masa Pandemi Covid- 19, dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanan program kerja dan kegiatan, Kamis (24/12/2020).

Dalam release Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalya Dewi DT, menyampaikan bahwa meski dalam suasana Pandemi Covid-19 BNNK Tana Toraja tetap melaksanakan tugas dan
tanggungjawabnya untuk terus mengedukasi, mengadvokasi dan menyebarkan (diseminasi) informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di masa Covid -19 baik secara virtual / on line dan di era new normal life melakukan on sight dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan, melakukan
pemberantasan dan merehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di
wilayah Toraja.

“Di awal Pandemi C-19, selain edukasi dan kampanye stop narkoba, kita juga bagi-bagi masker dan membantu pemerintah diseminasi informasi kepada
masyarakat perihal bahaya Pandemi C-19 dan pentingnya protokol kesehatan untuk
melindungi diri pribadi, keluarga maupun lingkungan keluarga.
Pada tahun ini sesuai dengan tupoksi BNNK Tana Toraja ada 3 Pilar yang dilaksanakan yaitu Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan,” kata AKBP Natalya Dewi DT,

Pertama:

Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai upaya melindungi generasi bangsa dari kejahatan narkotika , BNNK Tana Toraja aktif melakukan langkah preventif yang bertujuan memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Langkah ini adalah salah satu solusi yang paling tepat untuk meminimalisir pangsa pasar narkoba di Toraja, sehingga tidak menjadi lahan subur bagi sindikat jaringan narkotika yang masuk ke Toraja.

Pada tahun 2020 ini BNN menggandeng masyarakat melakukan berbagai kegiatan pencegahan baik melalui tatap mata, virtual maupun melalui media elektronik dan Media Sosial lainnya. Pelaksanan advokasi dan edukasi melalui tatap muka langsung, sosialisasi, kampanye Stop Narkoba dan Hidup 100 persen telah melibatkan 3.992 orang yang meliputi Lingkungan pelajar sebanyak 3.172 pelajar, Lingkungan pekerja swasta / pemerintah sebanyak 100 orang dan Lingkungan masyarakat sebanyak 720 orang.

Alternatif Pencegahan yang dilakukan saat Pandemi C-19 adalah melalui diseminasi informasi melalui media luar ruang sebanyak 1.300 dan Media elektronik yang meliputi Media TV 1.300 orang, Media Radio 1.500 orang , Media Videotron 10.000 orang dan Media Sosial / Online 24.787 orang viewer & Like serta melalui Branding informasi P4GN pada kendaraan umum dan publik lainnya sebanyak 5.000 orang. Mengikutkan masyarakat untuk adu kreativitas di masa Pandemi dalam lomba film pendek yang diselenggarakan oleh REAN.id BNN dengan tema hidup100persen dan menggunakan bahasa lokal.

Salah satu peserta dari Toraja yang bersaing adalah youtobe dengan akun Linoku Pemuda Salubarani dengan judul Katuoan Marendeng.
Selain upaya Pencegahan yang dilakukan seperti advokasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat seperti di atas ada upaya lain yang dilakukan dalam rangka mengoptimalkan Program P4GN yaitu Pemberdayaan Masyarakat.

Program Pemberdaan Masyarakat adalah salah satu langkah alternatif yang dilakukan untuk menggali potensi masyarakat dan membekali pengetahuan bahaya penyalahgunaan dalam masyarakat dan memberdayakan masyarakat baik di lingkungan Pendidikan, Intansi Pemerintah, Kelompok dunia usaha atau swasta dan kelompok masyarakat pada umumnya untuk lebih imun dan terampil menolak penyalahgunaan narkotika baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap keluarga dan lingkungannya agar kita bisa menekan laju peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat Toraja.

Tahun 2020 ini walau dalam suasana Pandemi C-19 dan Transisi kehidupan New Normal BNNK Tana Toraja tetap aktif melakukan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat tentunya dengan mengutamakan Protokol Kesehatan yaitu Membentuk satgas dan pengukuhan penggiat anti narkoba di kalangan Instansi Pemerintah sebanyak 50 orang, Instansi Pendidikan sebanyak 20 orang, kelompok swasta sebanyak 20 orang pada kelompok masyarakat sebanyak 20 orang.

Program pemberdayaan masyarakat lainnya yang dilaksanakan adalah memberikan pelatihan lifeskill kepada masyarakat di Kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yaitu lifeskiil Budidaya dan Pengolahan Kopi yang dilaksanakan di PT. Sulotco Jaya Abadi Kecamatan Bittuang dan dikuti oleh 20 orang dari 6 kawasan rawan. Ke-20 orang peserta ini setelah mengikuti pelatihan selama 2 minggu diharapkan mereka akan sanggup menjaga Desa atau Lembangnya
dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba dan mereka bisa menjadi motor penggerak masyarakat sekitarnya menjadi lebih produktif sehingga Desa atau Lembangnya bisa menjadi Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba yang menjadi Program Nasional.

Upaya lain dari Program Pemberdayaan ini adalah upaya deteksi dini penyalah guna Narkotika melalui tes urine, dimana Tahun ini diawali dengan melalukan tes urine terhadap 700 pelajar SMA di Tana Toraja dan Toraja Utara dengan bekerjasama dengan Diknas Prov Sulsel membantu alat tes UT pada bulan Februari 2020 dan terhadap lingkungan Instansi Pemerintah sebanyak 261 orang serta terhadap kelompok masyarakat 52 orang awak bus dan kendaraan umum trayek Toraja – Makassar bekerjasama dengan Pemda Tator memberikan bantuan alat UT, dan ini menjadi agenda Tahunan BNNK Tana Toraja untuk memastikan diaspora Toraja pengguna bus dan kendaraan umum , yakin bahwa awak kendaraan yg mereka tumpangi bebas dari doping penyalahgunaan narkotika.

Kedua :

Bidang Pemberantasan
Selain mengintensifkan upaya preventif melalui P2M BNNK Tana Toraja melakukan penegakan hukum untuk mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba yang masuk ke Toraja. Dan dalam rangka menekan supply reduction, BNNK Tana Toraja bersama stakeholder terkait di tahun 2020 sepanjang bulan Januari sampai dengan Desember 2020, telah mengungkap sebanyak 9 berkas perkara Narkotika dari 5 LKN. Dan sudah P21 sebanyak 6 berkas, 3 berkas perkara dalam proses sidik.

Kasus-kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan 9 orang tersangka yang terdiri dari 7 orang tersangka laki-laki dan 2 orang tersangka perempuan dengan total barang bukti yang disita 3,65 gram shabu, 8,83 gram ganja dan Barang Bukti non Narkotika sebagai fasilitas penyalahgunaan narkotika seperti 1 unit kendaraan roda 4 dan 1 kendaraan roda 2.

Ketiga adalah bidang Rehabilitasi
Salah satu program unggulan lainnya adalah Rehabilitasi yang terus berupaya melakukan pendampingan dan pemulihan bagi para pecandu dan penyalahguna dari ketergantungannya terhadap Narkotika.

Tercatat dari Januari sampai dengan Desember 2020, penyalahguna narkoba di Kabupaten Tana Toraja sebanyak 46 orang Klien yang direhabilitasi di Klinik Kinawa BNNK Tana Toraja.

Rehabilitasi bertujuan untuk mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika dan mengembalikan mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika ke masyarakat dengan mampu menjalankan fungsi sosialnya kembali dengan baik.

Tahun 2020 ini, BNNK Tana Toraja dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika telah
melaksanakan kegiatan seperti : Layanan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama Kinawa BNNK Tana Toraja sebanyak 44 klien, Layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) gratis sebanyak 1.120 orang,

Layanan Pascarehabilitasi sebanyak 21 klien, Rujukan Klinik Pratama BNNK Tana Toraja ke
Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar sebanyak 2 klien.

Bidang Rehabilitasi melalui Klinik Kinawa BNN juga terus meningkatkan akses rehabilitasi dengan melaksanakan Skrining Intervensi Lapangan (SIL) sebanyak 40 klien, Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) telah membentuk 4 (empat) PBM; telah melayani klien sebanyak 3 klien serta telah melatih Agen Pemulihan (AP) sebanyak 11 AP dan melakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT), terhadap 3 orang tersangka
dengan rehabilitasi sambil menjalani proses hukum.

“Dengan keberhasilan dan pencapaian target yang telah diraih di tahun 2020 BNNK Tana Toraja berharap kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Tana Toraja bergandengan tangan dan bersinergy dalam rangka menyatakan “Perang Terhadap Narkoba” untukv menyelamatkan generasi muda kita ”Mari Bersama kita siapkan generasi penerus yang tangguh, unggul dan berkarakter mempunyai daya saing tanpa Narkoba!,” ungkap AKBP. Natalya Dewi DT, SH.(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here