Ini Kronologi Penemuan Mayat Seorang Pelajar Di Toraja, Di Duga Korban Lakalantas

641
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Sesosok mayat yang diduga sementara karena meninggal dunia ditemukan di Jl. Poros Makale – Rantepao, Kelurahan Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (16/2/2020) kemarin.

Dari rilis Polres Toraja Utara Identitas Korban yakni Gregorius Ferdhy (17) merupakan pelajar SMKN 1 Tana Toraja dan beralamat di Lili Kira, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kronologis penemuan kejadian sekitar pukul 04.30 Wita Personil Piket Laka Polres Tana Toraja, Briptu Haryun Abrianto menerima info bahwa adanya sosok laki- laki tergeletak di tengan jalan dalam keadaan terluka.

Pukul 04.55 Wita piket Laka mendatangi TKP melakukan evakusi terhadap korban kemudian membawa korban ke RSUD Lakipadada untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan dan penyeledikikan jajaran Polres Tana Toraja kronologis kejadian tersebut yakni pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 Wita Korban Gregorius Ferdhy alias Greg berada di Palm Cafe berteman dua orang dengan maksud untuk minum, selang beberapa waktu korban memanggil temannya Jimmy Dalla (20) untuk datang di Cafe Palm, kemudian Jimmy bersama rekan – rekannya datang di Cafe tersebut.

Pada pukul 24.00 Wita Korban Gregorius Ferdhy bersama Jimmy meningalkan Cafe tersebut yang hendak pulang ke Rantelemo, namun pada saat melintas di Jembatan Alang-alang terjadi kesalah pahaman antara Gregorius dan Jimmy dimana kesalah pahaman tersebut berujung pada perkelahian.

Setelah kejadian tersebut selesai Jimmy dan kawan – kawannya meninggalkan Alang-alang menuju ke Rantelemo pada saat di rantelemo dan Jimmy beserta temannya melanjutkan Minum Ballo (minuman tradisional Toraja).

Pada pukul 02.00 Wita Gregorius menuju ke Rantelemo dengan maksud untuk menunggu saudaranya yang hendak kembali dari makassar, dan pada pukul 04.30 Wita masyarakat yang berada di Rantelemo menemukan Korban sudah tergeletak di tengah jalan dalam keadaan sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) sehingga masyaraat di sekitar menghubungi Personil di Poslantas kemudian piket Laka Sat Lantas mendatangi TKP.

Setelah dilakukan olah TKP dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tabrak yang menyeret korban sekitar 50 Meter dari posisi motor yang terparkir di pinggir jalan.

Adapun Keadaan korban setelah di lakukan pemeriksaan awal yakni luka terbuka pada bagian kelopak mata sebelah kanan, luka terbuka pada bagian dahi, luka terbuka pada bagian dagu, luka terbuka pada kepala bagian belakang, luka terbuka kedalam pada bagian pinggang sebelah kiri, dan luka lecet pada bagian sekujur kaki, dada, tangan, pinggang.

setelah itu anggota piket bersama unit laka kembali mendatangi TKP yang di temukan sebagai berikut satu unit sepeda motor yang di duga milik korban dalam keadaan terparkir di pinggir jalan dalam posisi standar samping, juga satu buah handpone di antara rantai motor.

Jarak antara motor dengan ditemukannya korban sekira 100 motor, terdapat adanya bercak darah di seberang jalan, serta terdapat adanya bekas seretan pada aspal di sekitar tempat di temukannya korban.

Dugaan sementara penemuam mayat tersebut di duga meninggal dunia akibat kecelakaan Tabrak lari yang mana keadaan pada luka korban terdapat seretan yang di duga korban terseret kendaraan setelah tertabrak.

Atas permintaan Polres Tana Toraja dengan surat Nomor : B / 05 / II / Res.1.24 / 2020 / Reskrim Perihal Permintaan Pemeriksaan Mayat Gregorius Ferdhy, Tanggal 16 Februari 2020, Tim Urusan kedokteran forensik dokpol biddokkes Polda SulSel melakukan otopsi atas mayat korban.

“Belum tiba dari Makassar hasil otopsinya,” kata Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jon Paerungan, dalam ketetangan persnya kepada Updatekareba.Com, Sabtu (22/2/2020).(*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here