Ini Penjelasan Kapolres Toraja Utara Soal Isu Personilnya Keroyok Warga

477
0
Handover (humas Polres Toraja Utara)

Updatekareba.Com, Toraja – Kapolres Toraja Utara, AKBP Yudha Wirajati Kusuma mengklarifikasi informasi tidak benar yang muncul di masyarakat.

Opini muncul di masyarakat bahwa oknum polisi mengkeroyok seorang pria di Polsek Rantepao.

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Hardjoko dan Kasubag Humas Polres Toraja Utara, Ipda Agus Martopo, Kapolrrs menyampaikan klarifikasinya di Aula Mapolres Jalan Dr Sam Ratulangi Kecamatan Rantepao, Rabu (17/6/2020).

“Info yang beredar sejak malam itu tidak benar, kami ingin fakta yang dapat diinformasikan bukan opini yang menyudutkan polisi,” kata AKBP Yudha.

AKBP Yudha menjelaskan kronologis awal kejadian seorang pria bertato bernama Ahad mengusir tukang di rumah kontrakan dan mengancam dengan sebila pisau.

“Ahad dilaporkan ke Polsek Rantepao karena berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada para tukang,” jelasnya.

Lanjut Yudha, pemilik kontrakan minta dilakukan mediasi karena Ahad juga tidak membayar sewa rumah selama tujuh bulan.

Dari laporan ini personil Polsek Rantepao memanggil Ahad ke Mapolsek dan kemudian datang dalam kondisi tidak sehat yang melerai dua personel dan keluar dari ruangan.

“Korban ke jalan depan Mapolsek dan membuka bajunya sambil menunjukan tatto di badan serta teriak menjelekkan polisi dengan kata yang tidak baik,” ungkapnya.

Yudha menjelaskan personel di Mapolsek Rantepao berupaya amankan karena warga lalu lalang di jalan dan Ahad berusaha lari menggunakan kendaraan motor.

“Di jalan tidak jauh dari Mapolsek, Ahad jatuh ke dalam selokan dua kali dan anggota saya membantunya berdiri dan diamankan ke Polres,” terangnya.

Kemudian, pihak korban di rumah kontrakan Ahad menghadirkan saksi 15 orang yang berada di lokasi kejadian yaitu di wilayah Pasele Kecamatan Rantepao.

Menurut Yudha, Ahad yang saat ini dirawat di RS Elim Rantepao belum memberikan informasi jelas bisa dijadikan tersangka karena mengancam dan mengusir para tukang dengan segengam benda tajam.

“Informasi pelapor harus dibuktikan secara fakta sehingga butuh keterangan para saksi, saya tegaskan bahwa kami ingin buktikan fakta sama dari saksi yang kaitannya dapat dibuktikan sebuah foto sehingga dapat dilakukan tindakan penahanan,” tutupnya.

Sementara AKP Hardjoko menjelaskan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dari laporan diterima dan pemeriksaan 15 orang saksi.

“Belum ada keterangan jelas dari korban, sehingga belum bisa simpulkan pula keadaan kesehatannya saat ini karena kurang memberi keterangan,” tutup Hardjoko. (*/UK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here