Ini Permintaan Wabup Rinto Kepada Pengusaha Home Stay Di Toraja Utara

562
0
Wabup Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang (kiri).

Updatekareba.Com, Toraja – Didalam mengembangkan sektor pariwisata, selain faktor daya tarik alam serta kebudayaan yang unik dibutuhkan pula Managemen yang berkualitas. Dengan dasar itulah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Toraja Utara menggelar Pelatihan Managemen Home Stay, Pondok Wisata dan Rumah Wisata di Hotel Misiliana selama tiga hari, Selasa – Kamis (25-27/6/2019).

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Harli. P.

Didalam pelatihan ini peserta berjumlah 40 orang yang berasal dari unsur masyarakat umum yang tidak berlatar belakang pendidikan kepariwisataan, dan pengurus kelompok sadar wisata se-kabupaten Torut serta pemilik home stay dan nara sumber berasal dari unsur Pemkab Toraja Utara Ketua ASITA, Ketua PHRI, Ketua HPI, Kadis Pariwisata, dan kabid Tata kelola dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Yosia Rinto Kadang, ST menuturkan pelatihan managemen home stay ini sangat penting dimana standarisasi home stay harus ditingkatkan demi kenyamanan wisatawan. Selain itu, atraksi-atraksi di home stay dan di desa wisata harus diadakan, dengan adanya atraksi tersebut dapat meningkatkan gairah pengunjung yang ada. Dengan mengajak wisatawan mengikuti kegiatan masyarakat setempat, seperti jika saat musim tanam padi tiba, wisatawan pun dapat diajak menanam padi.

“Selain itu, sarana prasarana home stay lebih ditingkatkan, seperti standar toilet dan tempat tidur harus diperhatikan selain menjaga kebersihan di home stay”,kata Yosia Rinto Kadang.

Senada dengan Wakil Bupati Torut, Kepala Dinas Pariwisata. Harli. P dalam sesi wawancara, menuturkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM pemilik home stay dengan memberikan materi Ruang Lingkup Home Stay, Tata Kelola Home Stay, Strategi Pemasaran, dan Etika penerimaan, pelayanan dan cara menjamu tamu. Dengan materi-materi tersebut diharapkan standar nasional home stay dapat diraih, terlebih standar untuk wisatawan manca negara.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik dengan bertambanya jumlah wisatawan domestik dan manca negara kedepan serta meningkatnya kemampuan kapasitas dalam mengembangkan nilai wisata di desa,” ucap Harly.

Sumber dana dari penyelenggaraan pelatihan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementrian Pariwisata RI tahun Anggaran 2019 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik.

Sedangkan dasar hukum penyelenggaraan pelatihan Tata Kelola Home Stay atau Pondok Wisata ini adalah UU no 10 thn 2009 tentang kepariwisataan dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) Dinas Pariwisata Kab. Torut tahun 2019.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here