Ini Salah Satu Bukti Keberhasilan Kepemimpinan Bupati Kalatiku Di Toraja Utara

2397
0
Handover.

Updatekareba.Com, Toraja – Sehubungan dengan masuknya Kelurahan Malango ke dalam salah satu kelurahan yang mengambil bagian dalam Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Toraja Utara bersama Kelurahan Malango dan dinas terkait lainnya terjun langsung ke Pasar Pagi untuk mengadakan pengawasan dan penertiban bantaran sungai serta peninjauan lokasi sekitar kandang ayam di Pasar Pagi, Selasa, (18/06/2019) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri oleh kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Daniel Tandi, Sekretaris Kecamatan Rantepao Manaek Bara’ Allo, Lurah Malango Aren Maliku bersama staf Kelurahan Malango, wakil dari dinas DPMPTSP, Dinas Perdagangan, Bapenda, BKM Kelurahan Malango, Satpol-PP, masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Peninjauan ini dilakukan sehubungan dengan berjalannya Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di wilayah Kelurahan Malango, khususnya lingkungan Pasar Pagi dengan tujuan untuk menertibkan dan menjadikan bantaran sungai pasar pagi menjadi lebih tertata dan bersih.

Kawasan penduduk Pasar Pagi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah harus berkolaborasi Program KOTAKU dan dinas terkait untuk mempercantik bantaran sungai dan menjadikan sebagai iklim kuliner pariwisata Pemerintah Toraja Utara serta kawasan yang berbasis ekomoni kemasyarakatan.

Daniel Tandi mengungkapkan dalam pelaksanaan Program KOTAKU ini, pihak-pihak terkait akan membuat akses yang lebih baik agar program berkesinambungan dengan cara memberi tanda. Namun sejauh ini, kita akan pusatkan dulu pada program BKM.

“Selain itu, dalam rangka pembangunan tentu perlu ada konsep penataan yang selanjutnya eksekusi dari terkait dibantu oleh Satpol-PP. Untuk rencana penertiban dan pembongkaran, akan dilaksanakan pada hari Sabtu mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Aren Maliku menuturkan, disamping untuk menegakkan aturan, hal ini kita lakukan demi saudara kita yang bertempat tinggal di sepanjang bantaran sungai pasar pagi ini.

“Oleh sebab itu saya berharap kepada dinas terkait untuk bersama-sama berkoordinasi kepada bupati agar proses penanganan dan pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

“Harapan masyarakat agar pembangunan ini secepatnya terlaksana dan terealisasi demi mempercepat roda aktivitas masyarakat setempat,” ungkap Suryani Rante sebagai perwakilan dari masyarakat.

Program Kotaku ini adalah salah satu bukti keberhasilan pemerintahan Pemkab Toraja Utara dibawah kepemimpinan Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.

“Program Kotaku ini untuk tahun 2019 ini Toraja Utara mendapatkan dua jatah Kelurahan, dan nilai anggarannya Rp. 1,3 M per Kelurahan,” kata Kalatiku Paembonan, beberapa waktu lalu.

Program Kotaku ini merupakan program Nasional dari Pemerintah Pusat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here