Ini Tanggapan Legislator Penajem Paser Utara Asal Toraja Soal Calon Ibu Kota Baru Di Kaltim

95
0
Handover.

Updatekareba.Com, Penajem Paser Utara – Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga, yaitu pengumuman lokasi pasti Ibu Kota Baru Indonesia.

Senin (26/08/2019) kemarin, Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri resmi mengumumkan bahwa Ibu Kota Baru akan pindah ke provinsi Kalimantan Timur, tepatnya berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Tanggapan soal keputusan Presiden RI ini juga datang dari Anggota DPRD Penajam Paser Utara asal Toraja Zet Salurapi

“Semua masyarakat ppu sangat senang, termasuk saya meski saya sudah siap balik kampung,” kata Zet Salurapi yang akrab disapa Joi Pasolang.

Legislator Partai Nasdem ini juga mengatakan titik koordinat calon ibu kota di PPU ini berada di pemukiman warga toraja yang tinggal di PPU.

Buat yang masih kontra dengan keputusan ini, coba perhatikan dan baca lagi mengapa Ibu Kota harus pindah.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, dan lainnya.

Jakarta juga terlalu padat dan diperparah dengan polusi udara dan air. Maka, sudah saatnya Ibu Kota pindah demi pemerataan dan mengurangi kesenjangan yang ada.

Dipilihnya Ibu Kota Baru pindah ke Kabupaten PPU dan Kukar bukannya tanpa alasan. PPU dan Kukar dinilai secara kajian minim bencana, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.

Dua kabupaten ini juga berada di tengah wilayah Indonesia dan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Selain itu, infrastruktur yang telah ada juga lengkap dan yang paling penting adalah pemerintah telah menguasai lahan seluar 180.000 hektar.

Mungkin di antara kita ada yang jarang mendengar kedua wilayah calon ibu kota baru tersebut, bahkan baru kali ini mendengar. Yuk, kita simak sekilas soal dua kebupaten calon Ibu Kota Baru ini.

*Kabupaten Penajam Paser Utara (Kab. PPU)*

Kabupaten PPU terletak di wilayah provinsi Kalimantan Timur dan berbatasan dengan Kab. Kukar. Kabupaten ini bisa dibilang baru dan muda karena baru dikeluarkan Undang-undangnya pada tahun 2002. Kabupaten PPU juga termasuk kabupaten yang kecil karena hanya memiliki 4 kecamatan.

Masih banyaknya lahan di Kabupaten PPu bisa dikembangkan dan tentunya bisa dijadikan ukuran para investor untuk berinvestasi disektor ini. Fasilitas infrastruktur, sarana, dan prasarana seperti jalan maupun alat transportasi sudah tersedia.

*Kabupaten Kutai Kartanegara (Kab. Kukar)*

Ibu Kota Baru Indonesia nantinya juga akan berada di sebagian Kab. Kukar. Kabupaten yang memiliki ibu kota kabupaten di Tenggarong ini memiliki wilayah yang cukup luas dan dekat dengan kota Samarinda.

Dari aspek historis juga wilayah ini sangat penting karena menjadi lokasi salah satu Kerajaan besar dan tertua di Indonesia, yaitu Kerajaan Kutai yang berdiri sekitar abad ke-4. Seperti halnya dengan Kab. PPU, Kab. Kukar juga memiliki penduduk yang multietnis dan multiagama.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan konstruksi awal Ibu Kota Baru bisa dimulai di akhir tahun 2020.

Kalimantan Timur, tepatnya di Panajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara dipilih sebagai ibu kota negara yang baru karena memenuhi kriteria lokasi strategis di wilayah tengah Indonesia.

Posisinya yang relatif bebas bencana dengan daya dukung tanah dan ketersediaan sumber daya airnya yang baik tentu akan menunjang produktivitas kelak.

Daya dukung sosial budaya dan keterpenuhan terhadap perimeter pertahanan dan keamanan pun melengkapi hasil kajian mendalam yang telah dilakukan.

Ibu kota negara merupakan simbol identitas bangsa dengan visi kota pintar, hijau, indah, berkelanjutan, modern dan berstandar internasional serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

Diharapkan dengan komposisi APBN sebesar 19,2% dari total anggaran kurang lebih Rp466 T untuk biaya pemindahan ibu kota negara, visi Indonesia-sentris dimana pembangunan merata dan munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru tercapai.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here